Miliki Doa Profetik, Doa yang Bukan Memohon tetapi Menciptakan

  • 28 Jun 2026 11:28 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Offensive Prayer atau doa yang menyerang menjadi judul firman di Ibadah Raya Gereja Keluarga Allah Nias, Minggu 28 Juni 2026.

Apakah Offensive Prayer

Pembicara Evangelist Nani Lahagu pada khotbahnya mengemukakan ada berbagai jenis doa yakni doa keintiman, kedua doa permohonan, doa syafaat, Doa peperangan rohani, Doa penyembahan, Doa Puasa.

Doa offensive ungkapnya adalah doa yang merebut kemenangan fokusnya mengubah situasi dan menaklukkan masalah. Sering kali orang Kristen yang tidak menyadari dirinya memiliki kuasa, mereka lebih menggunakan doa defensif yakni sebuah doa yang meminta pertolongan Tuhan saja.

Doa Profetik mengatakan sesuatu sebelum hal itu ada atau terjadi. Doa ini penuh kuasa dan menciptakan kemustahilan. Sejak awal Tuhanlah yang mendeklarasikan sesuatu yang belum ada menjadi ada.

"Deklarasi profetik mengatakan sesuatu sebelum terjadi dengan otoritas ilahi sehingga hal itu betul-betul terjadi. Selama 6 hari Tuhan terus mengucapkan perkataan-perkataan profetik. Artinya pribadi pertama yang melakukan doa/deklarasi profetik adalah Allah sendiri," ucapnya.

Lebih jauh Ev. Nani Lahagu menegaskan doa profetik tidak sekedar meminta tetapi doa yang menciptakan sesuatu, doa yang menciptakan new wonders.

Karakteristik Doa Profetik

Doa profetik tdak bicara tentang situasi tetapi bicara kepada situasi. Inti doa profetik bukan laporan tentang situasi, tetapi perintah kepada situasi. Jadilah seperti Daud bukan seperti Saul. Saul melihat Goliat dan mendeskripsikan kekuatan Saul, sedangkan Daud menyuruh masalahnya enyah yakni Goliath.

"Latih perkataanmu dengan perkataan yang penuh mujizat, berkat, kesembuhan, kemenangan dan terobosan. Jangan mengatakan sesuatu yang justru menghabiskan iman kita," katanya.

Doa profetik tegasnya bukan memohon tetapi menciptakan.

Bagaimana memulai Doa Pofetik?

1.Mulailah dengan membangun keintiman dengan roh kudus. Tanpa keintiman dan koneksi yang kuat dengan roh kudus maka tidak ada kuasa dan otoritas.

2. Ucapkan dengan keberanian dan rasa percaya. Dalam dunia roh berlaku prinsip apa yang mati bisa hidup kembali ketika fitman Tuhan diucapkan. Maka doakan dengan detail atau terperinci!. Doakan terus menerus sampai ada perubahan. Doa profetik bukan satu kali ucapan tetapi deklarasi yang terus diulang hingga terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....