Gelar Budaya RRI Madiun 2026: Sinergi Seni Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi UMKM

  • 28 Jun 2026 01:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Rangkaian acara Gelar Budaya yang diadakan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Madiun menyedot antusias besar dari masyarakat. Salah satunya, sesi dialog yang mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat UMKM Melalui Seni Budaya” yang berlangsung, Sabtu malam.

Dialog interaktif yang diadakan di halaman depan RRI Madiun itu, menghadirkan tiga tokoh penting dari berbagai latar belakang. Mereka adalah, Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, Tokoh Masyarakat Madiun sekaligus Bupati Magetan Periode 2018–2023 Suprawoto, dan Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Timur Sinarto.

Pada acara tersebut, ketiga narasumber mengupas potensi seni dan budaya sebagai pengungkit ekonomi khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mereka berpendapat, seni dan budaya, tidak hanya menjadi bagian dari identitas daerah dan memiliki nilai estetika semata, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar.

Berbagai produk kreatif, pertunjukan seni, hingga tradisi lokal dinilai mampu menciptakan peluang usaha, memperluas pasar UMKM sekaligus menarik minat wisatawan. Pengelolaan potensi budaya secara berkelanjutan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi ekosistem ekonomi kreatif.

Anwar Mujahid mengatakan, sebagai representasi dari lembaga penyiaran publik, media harus menjadi jembatan informasi dan promosi, serta sinergi antara kebudayaan dan pelaku UMKM. “RRI berkomitmen untuk terus mengudarakan dan mempublikasikan kearifan lokal, agar mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat luas. Kita harus menjadi panggung bagi produk lokal," ujar dia.

Senada, Suprawoto menjelaskan, pentingnya kolaborasi lintas sektor yang adaptif di era modern. Menurut dia, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas budaya harus berjalan beriringan. "Kolaborasi ini sangat krusial untuk membuka peluang ekonomi baru. Kita harus memastikan produk UMKM berbasis budaya memiliki daya saing yang tinggi, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga menembus pasar global," ucap dia.

Sementara Sinarto menambahkan, seni pertunjukan tradisi dapat menjadi magnet penyerapan produk-produk lokal. “Setiap gelaran budaya, seperti pertunjukan wayang kulit, selalu melibatkan perputaran ekonomi yang nyata. Mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa, semuanya langsung menyentuh dan menghidupkan ekonomi masyarakat bawah," ujar dia.

Antusiasme masyarakat terhadap dialog budaya ini cukup tinggi. Jalannya diskusi tidak hanya dipancarkan melalui frekuensi Pro 1 RRI Madiun, tetapi juga disiarkan secara langsung (Live Streaming) melalui aplikasi RRI Digital, hingga kanal YouTube RRI Madiun, sehingga memungkinkan jangkauan pemirsa yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memicu strategi-strategi baru yang lebih konkret dalam memanfaatkan kekayaan seni budaya lokal. Demi penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....