Gastrofest 2026 Jadi Langkah Awal Bogor menuju Kota Gastronomi Dunia

  • 28 Jun 2026 00:29 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Bogor resmi membuka Gastrofest 2026 sebagai festival gastronomi pertama yang digelar di Kota Bogor.
  • Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidar, menambahkan bahwa gastronomi tidak hanya berbicara mengenai makanan, tetapi juga sejarah, budaya, serta pengelolaan pangan dari hulu hingga hilir.

RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kota Bogor resmi membuka Gastrofest 2026 sebagai festival gastronomi pertama yang digelar di Kota Bogor. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan IPB Baranangsiang, Jalan Malabar, itu menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Sabtu, 27 Juni 2026.

Festival tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat identitas kuliner khas Kota Bogor sekaligus mendorong pengakuan sebagai kota gastronomi berkelas dunia. Gastrofest 2026 merupakan hasil kolaborasi Forum Bogor Kota Gastronomi dan myBCA dengan menghadirkan 62 pelaku usaha kuliner lokal.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penyelenggaraan Gastrofest merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan. Menurutnya, festival ini akan dijadikan agenda tahunan untuk memperkuat citra Kota Bogor sebagai destinasi gastronomi.

"Alhamdulillah hari ini kita mengukir sejarah lagi di Kota Bogor. Kita akan memulai sebuah event yang nantinya akan kita ulang terus secara rutin setiap tahun, yaitu Gastrofest Bogor. Ini merupakan bagian dari komitmen Kota Bogor untuk menjadikan dan mendorong Kota Bogor menjadi kota gastronomi," ujar Dedie Rachim.

Ia menjelaskan, salah satu syarat agar sebuah kota mendapat pengakuan internasional, termasuk dalam jejaring UNESCO, adalah memiliki industri kuliner yang berkualitas. Karena itu, Pemerintah Kota Bogor akan mulai melakukan kurasi terhadap restoran dan kuliner unggulan agar berpeluang memenuhi standar internasional, termasuk penilaian Michelin Star.

"Salah satu syarat menuju UNESCO adalah restoran-restorannya memiliki kualitas terbaik, indikator yang dikenal dunia adalah Michelin Star. Bogor sebetulnya punya banyak potensi, hanya mungkin belum pernah diajukan. Melalui kegiatan ini saya minta mulai dilakukan kurasi agar Michelin Star Rating juga bisa dimiliki pelaku usaha Kota Bogor yang memenuhi syarat," jelas Dedie.

Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidar, menambahkan bahwa gastronomi tidak hanya berbicara mengenai makanan, tetapi juga sejarah, budaya, serta pengelolaan pangan dari hulu hingga hilir. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan pelaku usaha mampu memperkuat identitas gastronomi Kota Bogor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi dunia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....