Eks Lokasi Gelar Teknologi PENAS XVII Petani Nelayan Disiapkan Jadi Agrowisata

  • 27 Jun 2026 12:24 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan kawasan eks Gelar Teknologi Pertanian pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII akan tetap dimanfaatkan sebagai kawasan produktif. Lokasi yang sebelumnya menjadi pusat pameran inovasi pertanian itu direncanakan berkembang menjadi destinasi agrowisata berbasis edukasi yang memadukan sektor pertanian, perikanan, dan wisata.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, usai meninjau lokasi bersama pemilik lahan di Desa Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat 26 Juni 2026. Pemerintah bersama pemilik lahan sepakat mempertahankan fungsi kawasan sebagai lahan pertanian yang dipadukan dengan sektor perikanan dan wisata sehingga tetap memberikan manfaat bagi masyarakat setelah PENAS XVII berakhir.

Dalam kunjungan tersebut, Idah juga berdialog dengan pemilik lahan seluas 1,8 hektare, Lian A.W. Hapulu, untuk memastikan arah pengembangan kawasan. Pemerintah Provinsi Gorontalo turut meminta kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar fasilitas yang telah dibangun selama PENAS XVII, seperti saung dan bioflok, tetap dipertahankan agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi pertanian dan perikanan.

“Kami ingin memastikan lokasi ini tetap memberikan manfaat setelah PENAS selesai. Agrowisata ini diharapkan menjadi ikon baru Gorontalo sekaligus pusat edukasi pertanian dan perikanan. Pemerintah provinsi akan terus berkolaborasi agar kawasan ini terpelihara dan berkembang,” ujar Idah.

Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Mario Mulyadi, serta perwakilan Kementerian Pertanian, Wakil Gubernur juga meninjau langsung kawasan eks Gelar Teknologi. Ia mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan dan keamanan kawasan serta menghormati hak kepemilikan lahan, mengingat lokasi tersebut merupakan milik pribadi meski nantinya terbuka sebagai destinasi agrowisata.

Sementara itu, pemilik lahan, Lian A.W. Hapulu, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan kawasan eks Gelar Teknologi. Menurutnya, keluarga sempat berencana membangun kawasan perumahan di atas lahan tersebut, namun akhirnya memilih mempertahankan fungsi pertanian dan mengembangkannya menjadi kawasan agrowisata.

“Kami senang Ibu Wagub datang dan bertanya langsung ini nanti dibuat jadi apa. Kami melihat kawasan ini lebih bermanfaat jika dijadikan agrowisata. Nantinya tetap menjadi lahan pertanian yang dilengkapi kolam ikan, area pemancingan, tanaman buah yang bisa dipetik, serta berbagai fasilitas edukasi sehingga dapat dinikmati masyarakat. Intinya ini akan kita wujudkan bersama,” kata Lian.

Ke depan, pengelolaan kawasan akan dilakukan oleh pemilik lahan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, serta kementerian terkait. Melalui kolaborasi tersebut, eks lokasi Gelar Teknologi PENAS XVII diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan perekonomian masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....