Warga Bangka Adukan Truk ODOL Sawit dan Jalan Rusak ke RRI

  • 27 Jun 2026 15:31 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Warga Kabupaten Bangka mengadukan maraknya truk ODOL pengangkut buah sawit dan kerusakan fasilitas umum dalam program Halo RRI Pro 1 Sungailiat, Jumat, 26 Juni 2026.

Dua aduan utama yang masuk berasal dari Desa Riding Panjang, Belinyu, terkait jalan desa yang berlubang akibat muatan berlebih, serta Desa Balunijuk, Merawang, yang meminta perbaikan tanggul sawah dan jalan desa yang rawan kecelakaan.

Dian, pendengar asal Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, mempersoalkan aktivitas truk ODOL atau _Over Dimension Over Loading_ yang membawa buah sawit di lingkungan tempat tinggalnya. Ia menilai muatan truk yang sering melebihi batas aman menjadi penyebab utama jalan desa rusak.

"Apakah truk ODOL itu melanggar aturan? Soalnya sering membawa sawit dalam jumlah besar. Jalan di kampung saya jadi berlubang. Sudah ditambal semen, bagian aspal lain malah rusak," keluh Dian dalam siaran tersebut.

Truk ODOL memang menjadi perhatian pemerintah karena melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggaran _Over Loading_ terjadi ketika muatan melebihi Jumlah Berat yang Diizinkan, sementara _Over Dimension_ terjadi saat dimensi kendaraan diubah melebihi standar pabrik.

Sementara itu, Sofyan, warga Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, menyampaikan dua persoalan sekaligus. Pertama, ia meminta pemerintah segera memperbaiki tanggul di area persawahan yang rusak akibat banjir. Kedua, ia menyoroti kondisi jalan desa yang berlubang dan sempit dari arah Puskesmas Balunijuk hingga jembatan gantung.

"Untuk tanggul, kami berharap segera diperbaiki. Rencananya akhir tahun ini akan dikerjakan. Tanggul yang jebol membuat lahan tidak bisa ditanami dan bibit banyak yang terbuang sia-sia," ujar Sofyan.

Ia menambahkan, ruas jalan yang dimaksud merupakan akses utama warga dan mahasiswa. Kepadatan lalu lintas terjadi setiap pagi dan sore hari.

"Jalan itu sering dilalui mahasiswa yang kuliah, kendaraan roda empat, dan ramai pagi-sore. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan, bahkan pernah ada korban jiwa," kata Sofyan.

Kerusakan infrastruktur desa seperti jalan dan tanggul berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan warga. Jalan yang berlubang menghambat distribusi hasil pertanian, termasuk buah sawit. Sementara tanggul yang jebol mengancam produktivitas lahan pertanian.

Melalui program Halo RRI, masyarakat diharapkan dapat menyalurkan aspirasi secara langsung kepada pemerintah. Aduan warga ini menjadi catatan penting bagi instansi terkait untuk segera melakukan penindakan terhadap truk ODOL dan percepatan perbaikan infrastruktur desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....