Imigrasi Tanjungpinang Cegah Enam Calon Korban TPPO Periode Januari-Juni 2026

  • 26 Jun 2026 17:05 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang terus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas penumpang di pintu keberangkatan internasional sebagai upaya mencegah praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Selama periode Januari hingga Juni 2026, sebanyak enam calon penumpang berhasil dicegah keberangkatannya karena diduga akan bekerja ke luar negeri secara nonprosedural.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang, Erwin, mengatakan, pencegahan dilakukan melalui pemeriksaan ketat terhadap setiap calon penumpang yang akan melintas di pelabuhan internasional. Petugas akan melakukan pendalaman apabila menemukan indikasi mencurigakan, seperti ketidaksesuaian dokumen perjalanan maupun tujuan keberangkatan.

”Selama Januari hingga Juni 2026 terdapat enam calon penumpang yang kami tunda keberangkatannya karena terindikasi TPPO,” ujar Erwin, Jumat 26 Juni 2026.

Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Setiap calon penumpang yang diduga akan berangkat sebagai pekerja migran secara nonprosedural akan menjalani proses wawancara dan verifikasi guna memastikan legalitas dokumen serta tujuan keberangkatannya.

”Kami selalu berkoordinasi dengan BP2MI, terhadap penumpang yang dicurigai, dilakukan pemeriksaan dan wawancara,” ucapnya.

Ia menambahkan, wilayah Kepulauan Riau, termasuk Kota Tanjungpinang, memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap praktik penyelundupan manusia. Kondisi geografis yang didominasi kawasan perairan serta banyaknya akses keluar-masuk antarpulau menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pengawasan.

“Pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri, membutuhkan sinergi dengan berbagai instansi terkait agar upaya pencegahan TPPO dapat berjalan lebih efektif,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....