Pangdam XXI RI Apresiasi Gelar Adat Panglima Raja Kopassus

  • 26 Jun 2026 12:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), mengapresiasi penganugerahan gelar adat "Panglima Raja" kepada Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi, yang diberikan oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu.

Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Balai Semarak, Bengkulu pada Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut Pangdam, pemberian gelar adat tersebut merupakan bentuk penghormatan yang tinggi dari masyarakat adat Bengkulu kepada seorang pemimpin yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, dan pengabdian luar biasa kepada bangsa dan negara melalui institusi TNI.

Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan penghargaan itu memiliki makna istimewa karena diberikan kepada putra asli Bengkulu yang berhasil menorehkan prestasi hingga dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Panglima Kopassus.

"Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bengkulu sekaligus teladan bagi generasi muda," ujannya.

Ia menilai keberhasilan Letjen TNI Djon Afriandi menunjukkan bahwa putra daerah mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional. Karena itu, penghargaan adat yang diberikan diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus belajar, berprestasi, dan mengabdikan diri kepada bangsa serta negara.

Pangdam menambahkan, penganugerahan gelar adat "Panglima Raja" juga menjadi simbol eratnya hubungan antara masyarakat Bengkulu dengan TNI.

"Tradisi adat yang sarat nilai budaya tersebut mencerminkan penghormatan masyarakat terhadap TNI yang selama ini hadir menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di berbagai daerah," tuturnya.

Menurutnya, sinergi antara TNI dan masyarakat harus terus dipelihara sebagai modal utama dalam menjaga persatuan, keamanan, dan stabilitas daerah.

"Nilai-nilai budaya yang diwariskan melalui prosesi adat juga menjadi perekat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat," katanya.

Pangdam berharap momentum penganugerahan gelar adat tersebut semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ia optimistis semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong yang terbangun akan menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan serta mewujudkan Bengkulu yang semakin maju dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....