Dinas Perpustakaan Palembang Data dan Digitalisasi Naskah Kuno Kesultanan

  • 27 Jun 2026 06:16 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Upaya pelestarian warisan budaya terus dilakukan Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan identifikasi, pendaftaran, dan digitalisasi naskah kuno Nusantara di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Jalan Sultan M. Mansyur, Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat II, Kamis, 25 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, Agus Supriyanto, bersama tim, didampingi akademisi dan ahli filologi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Nyimas Umi Kalsum, serta Agus Siswanto dari Manassa Pusat dan BRIN. Rombongan diterima langsung oleh Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikrama R.M. Fauwaz Diradja.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas langkah-langkah pelestarian manuskrip, pustaka kuno, serta benda pusaka bersejarah yang masih tersimpan di lingkungan Kesultanan Palembang Darussalam.

Sultan Mahmud Badaruddin IV menyatakan dukungannya terhadap program yang dijalankan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang. Menurutnya, berbagai manuskrip dan koleksi pusaka yang dimiliki Kesultanan merupakan bagian penting dari sejarah Palembang yang perlu dijaga keberadaannya.

Ia menuturkan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mendokumentasikan dan memperkenalkan warisan budaya Palembang kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Selain pendataan dan digitalisasi, Sultan berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut melalui kegiatan edukasi, penelitian, hingga pameran budaya sehingga nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam koleksi Kesultanan dapat dikenal lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, Agus Supriyanto, mengatakan program identifikasi dan digitalisasi naskah kuno merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga sumber-sumber sejarah yang memiliki nilai budaya dan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, dokumentasi digital menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan informasi yang terkandung dalam naskah kuno sekaligus memudahkan akses bagi kebutuhan penelitian dan pendidikan di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Sultan Palembang Darussalam juga memperlihatkan sejumlah koleksi bersejarah yang tersimpan di lingkungan Kesultanan. Di antaranya jubah peninggalan Sultan Mahmud Badaruddin II dengan warna kuning oranye bermotif bunga.

Ada juga Al-Qur'an tinta emas yang berasal dari era Kesultanan Turki Usmani, stempel Kesultanan Palembang Darussalam, silsilah Kesultanan, berbagai naskah kuno, serta koleksi senjata tradisional berupa keris dan tombak.

Koleksi-koleksi tersebut menjadi bagian penting dari khazanah budaya Palembang yang kini tengah didata dan didokumentasikan sebagai upaya pelestarian warisan sejarah bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....