Pasca Gempa Palu, Laznas LMI tetap Lakukan Pendampingan Korban Gempa
- 26 Jun 2026 13:15 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Gempa Palu sempat terjadi pada, Kamis, 18 Juni 2026 dengan pusat gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini pasca gempa terjadi Laznas LMI tetap memberikan pendampingan terhadap korban gempa.
Hal pertama yang dilakukan yaitu menyiapkan relawan lokal untuk melakukan assessment di beberapa tempat terdampak gempa. Hasil dari assessment yang dilakukan terdapat lima kecamatan yang terdampak gempa, 1 diantaranya menjadi titik terparah terdampak gempa.
Dalam kesempatan Dialog Pagi Interaktif RRI Kediri, Kamis, 25 Juni 2026, Humanity Program Laznas LMI Susanto memaparkan pasca assessment yang dilakukan anggota Laznas LMI langsung diterjunkan di titik terdampak gempa.
“Kami memberanggkatkan enam orang anggota Laznas LMI dari kota Palu dengan transportasi 1 mobil dan 1 motor. Lalu kami berkoordinasi dengan tim logistik agar dapat masuk kelokasi terdampak. Dalam prosesnya kami terkendala cuaca buruk seperti hujan deras, dan beberapa jalan yang terputus” ujar Susanto.
Ia juga menyampaikan dari beberapa kecamatan yang terdampak gempa, desa kamarora menjadi daerah yang terparah, selain dampak gempa saja, namun tanah longsor yang cukup besar hingga mengakibatkan masyarakat sekitar panik.
Lebih lanjut, Susanto menilai kondisi yang terjadi di desa kamarora membuat tim TNI, Polri, Dinas Kehutanan, dan warga sekitar harus memastikan kondisi desa tersebut karena terdapat akses yang tertutup material batu besar, pohon hingga lumpur yang dikhawatirkan timbul bencana susulan seperti longsor dan banjir bandang.
Begitu parahnya lokasi terdampak gempa membuat tim dari Laznas LMI untuk bekerja efektif dan efisien. Hal ini menjadi tantangan yang sangat luar biasa melihat hanya enam anggota relawan Laznas LMI yang diterjunkan
“Jadi kami memliki SOP dalam memberangkatkan para relawan. Apabila disuatu daerah terjadi bencana, maka relawan lokal lah yang terlebih dahulu dalam melakukan assessment. Dari hasil assessment itulah akan muncul apa yang harus dilakukan, nantinya para petugas akan lebih tertata dalam melakukan tugasnya” ungkapnya.
Menurutnya, pada hari pertama penanganan dibutuhkan beberapa bantuan yang bersifat urgent untuk di realisasikan bagi para korban terdampak. “pertama kita datang kelokasi, kebutuhan yang sifatnya urgent yaitu tenda untuk kebutuhan warga tinggal, sembako, air bersih, sebab hingga hari ini gempa susulan masih sering terjadi,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....