Polda Sumsel Mulia­kan Tribrata, Perkuat Semangat Pengabdian Bhayangkara

  • 27 Jun 2026 11:25 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polda Sumatera Selatan menggelar Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti sebagai bagian dari pembinaan tradisi menjelang Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
  • Prosesi pencucian pataka dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho sebagai simbol penyucian nilai, penghormatan terhadap sejarah perjuangan institusi, serta pembaruan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
  • Melalui kegiatan tersebut, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat nilai-nilai Tribrata, menjaga kehormatan institusi, serta mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, humanis, dan terpercaya.

RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan menggelar Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Tradisi tersebut menjadi momentum memperbarui komitmen pengabdian dan memperkuat jati diri insan Bhayangkara.

Kegiatan berlangsung khidmat di Aula Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis, 25 Juni 2026. Upacara dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho sebagai inspektur upacara.

Pemuliaan nilai-nilai Tribrata menjadi bagian penting dalam pembinaan tradisi Polri. Kegiatan tersebut bertujuan meneguhkan pedoman moral serta tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Jabatan perwira upacara diemban Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sumsel AKBP Finan Sukma Radipta. Sementara komandan upacara dijabat Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana.

Prosesi inti diawali dengan masuknya Pataka Polda Sumsel Atidhira Wira Bhakti ke ruang upacara. Seluruh peserta memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap simbol kehormatan institusi.

Kapolda kemudian melaksanakan pencucian pataka menggunakan air bunga dan daun pandan. Prosesi dilanjutkan dengan penyemprotan minyak wangi sebagai simbol penyucian nilai dan pembaruan semangat pengabdian.

Rangkaian kegiatan berikutnya diisi dengan menyanyikan Hymne Polri dan pembacaan doa. Pataka selanjutnya dihormati sebelum kembali disemayamkan pada tempatnya.

Pataka Atidhira Wira Bhakti merupakan identitas dan simbol kehormatan Polda Sumsel. Lambang tersebut disahkan melalui Surat Keputusan Kapolri Nomor Pol. SKEP/1123/IX/1996 tanggal 20 September 1996.

Sasanti Atidhira Wira Bhakti mengandung makna keteguhan hati, jiwa keperwiraan, dan pengabdian yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Nilai tersebut menjadi landasan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Polda Sumsel juga tercatat dua kali menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diraih pada tahun 1973 dan kembali diterima pada 2025.

Penghargaan itu diberikan atas dedikasi, profesionalisme, dan keberhasilan dalam menjalankan tugas kepolisian. Kontribusi tersebut dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara.

Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan Pataka Atidhira Wira Bhakti bukan sekadar simbol organisasi. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Prosesi ini menjadi momentum untuk memperbarui komitmen pengabdian seluruh personel. Nilai-nilai Tribrata harus hidup dalam setiap tindakan anggota Polri sehingga kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman, keadilan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menilai tradisi tersebut merupakan refleksi perjalanan panjang pengabdian Polri. Kegiatan itu juga menjadi pengingat atas tanggung jawab moral setiap insan Bhayangkara.

"Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap insan Bhayangkara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan institusi serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semangat pengabdian yang diwariskan para pendahulu harus menjadi inspirasi dalam menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan," tuturnya.

Melalui upacara tersebut, Polda Sumsel meneguhkan komitmen menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, dan humanis. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung pembangunan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....