Visualisasi Sejarah Butuh Keseimbangan antara Akurasi dan Kreativitas

  • 25 Jun 2026 00:14 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Menghidupkan kembali sejarah melalui ilustrasi memerlukan proses yang panjang dan mendalam. Selain kreativitas, karya visual sejarah juga harus didukung oleh riset yang kuat agar tetap sesuai dengan fakta yang tersedia.

Dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Selasa, 23 Juni 2026, Researcher Tangtu Institute, Candiaz mengatakan tantangan terbesar dalam membuat visual sejarah adalah menjaga keseimbangan antara akurasi ilmiah dan interpretasi artistik. Keduanya harus berjalan beriringan agar pesan sejarah dapat tersampaikan dengan baik.

“Sejarah harus tetap berpijak pada data dan penelitian. Namun di sisi lain, ilustrator juga perlu menghadirkan visual yang menarik dan mudah dipahami,” kata Candiaz.

Menurutnya, informasi mengenai kehidupan masyarakat Sunda pada masa lampau masih memiliki banyak keterbatasan. Karena itu, proses visualisasi dilakukan dengan memanfaatkan berbagai referensi yang tersedia.

“Kami mempelajari naskah, penelitian, hingga catatan dari berbagai sumber. Semua itu menjadi dasar untuk membangun gambaran mengenai kehidupan masyarakat pada masa tersebut,” ujarnya.

Candiaz menjelaskan bahwa aspek yang divisualisasikan tidak hanya tokoh atau peristiwa besar. Kehidupan sehari-hari masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses rekonstruksi sejarah.

“Yang ingin ditampilkan bukan hanya siapa rajanya atau kapan peristiwa terjadi. Kami juga ingin menunjukkan bagaimana masyarakat hidup, bekerja, dan berinteraksi pada masa itu,” ucapnya.

Ia menilai karya visual dapat menjadi media edukasi yang efektif apabila dibuat berdasarkan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pendekatan tersebut, sejarah dapat dihadirkan secara menarik tanpa mengabaikan nilai akademis yang menjadi fondasinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....