Orasi Ilmiah STT Berita Hidup: AI Bukan Pengganti Firman Tuhan
- 24 Jun 2026 21:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Berita Hidup Karanganyar menggelar wisuda lulusan yang diisi dengan orasi ilmiah oleh akademisi Profesor Jimmy Posangi di kapel (chapel) kampus setempat, Rabu, 24 Juni 2026.
Orasi ilmiah tersebut menyoroti perkembangan peradaban manusia dari era revolusi industri hingga penetrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di bidang teologi.
Profesor Jimmy mengingatkan para hamba Tuhan yang baru diwisuda agar bijak merespons disrupsi teknologi digital saat ini.
Ia menegaskan kecerdasan buatan memiliki batasan mutlak dan tidak bisa menggantikan nilai spiritualitas keagamaan yang sejati.
| Baca juga: Bucket Wisuda Makin Diburu |
"AI itu ya bukan nabi. Bukan wali. Sungguh ini bukan pengganti Rasulullah. Bukan otoritas doktrin. Semua teknologi harus tunduk pada firman Tuhan," ujar Prof. Jimmy Posangi saat menyampaikan orasinya.
Di era pasca-kebenaran (post-truth), maraknya informasi bohong atau hoax yang sengaja diviralkan menjadi tantangan nyata bagi para pemuka agama.
Penggunaan teknologi digital dinilai rawan menggerus ketajaman berpikir manusia apabila diaplikasikan tanpa adanya pemahaman dasar yang kuat.
Pemahaman teologi yang mendalam dan pembagian penafsiran kitab suci secara tepat dipandang sebagai benteng utama untuk menangkal disrupsi tersebut.
Oleh karena itu, para lulusan diharapkan terus mengisi kapasitas berpikir mereka agar mampu memimpin jemaat di tengah perkembangan zaman.
Profesor Jimmy menyimpulkan esensi teknologi pada dasarnya dikembangkan untuk menunjang produktivitas manusia, bukan untuk menggeser peran kemanusiaan itu sendiri.
"AI bukan menggantikan manusia tetapi memperkuat kemampuan manusia. Membuat pekerjaan lebih cepat, kemudian pekerjaan lebih cerdas," katanya.
Melalui refleksi ilmiah di kapel STT Berita Hidup tersebut, seluruh wisudawan diajak untuk memanfaatkan kecerdasan buatan sebatas alat bantu riset ilmiah dan tata bahasa tanpa menomorduakan kedalaman rohani. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....