Karhutla di Ogan Ilir Padam, BPBD Catat 515 Hotspot di Sumsel
- 25 Jun 2026 08:55 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Api yang membakar lahan di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area yang lebih besar.
Upaya pemadaman dilakukan oleh personel Polsek Pemulutan bersama BPBD Ogan Ilir, pemerintah desa, dan warga setempat setelah menerima laporan adanya titik api di wilayah tersebut.
Kegiatan mitigasi dan pemadaman dipimpin langsung Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari bersama lima personel Polsek Pemulutan. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan upaya pemadaman menggunakan mesin pompa air dan peralatan manual.
Menurut Kapolsek, kebakaran terjadi di lahan dengan luas sekitar 0,25 hektare. "Dengan menggunakan mesin pompa air dan peralatan pemadaman manual, petugas bersama unsur terkait dan warga setempat berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke area sekitar," ujar Kapolsek.
Kerja sama lintas instansi dan keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pengendalian kebakaran tersebut. Setelah beberapa jam proses pemadaman berlangsung, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.30 WIB.
"Hingga kegiatan berakhir, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan dan situasi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali," katanya.
Kapolsek juga mengapresiasi peran aktif seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Polres Ogan Ilir mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama memasuki periode musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
"Upaya pencegahan dan deteksi dini terus dilakukan guna menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat dari ancaman karhutla," tegas AKP Nugrah.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan melaporkan jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Sumsel selama periode 1 hingga 20 Juni 2026 mencapai 515 titik.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan angka tersebut masih relatif terkendali dan belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti yang sempat terjadi pada akhir Mei lalu.
"Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, BPBD Sumsel terus memperkuat pengawasan melalui patroli darat maupun pemantauan udara, termasuk di Kabupaten Ogan Ilir," ujar Sudirman.
BPBD Sumsel bersama instansi terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dengan memperkuat patroli, pemantauan hotspot, serta mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya kebakaran besar yang berpotensi menimbulkan kabut asap dan gangguan kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....