Emas Turun, Ini Proyeksi Akhir Juni 2026

  • 24 Jun 2026 15:15 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan yang cukup signifikan pada perdagangan pertengahan pekan ini. Merujuk informasi resmi dari laman logammulia.com pada Rabu, 24 Juni 2026, komoditas lindung nilai ini mengalami koreksi yang cukup tajam baik untuk nilai beli maupun nilai penjualan kembali.

Diketahui bahwa harga beli emas Antam hari ini merosot sebesar Rp18.000 menjadi Rp2.655.000 per gram. Sementara itu, harga jual kembali (buyback) oleh konsumen juga ikut melemah lebih dalam dengan penurunan sebesar Rp36.000 hingga menyentuh angka Rp2.372.000 per gram.

Apabila dievaluasi dalam beberapa hari terakhir, tren pergerakan harga emas domestik memang memperlihatkan volatilitas yang cukup tinggi di pasar. Ketidakpastian sentimen ekonomi makro global disinyalir menjadi faktor utama yang memicu aksi ambil untung (profit taking) secara massal oleh para investor.

Pelemahan yang terjadi pada hari Rabu ini sekaligus memutus rangkaian penguatan tipis yang sempat terjadi pada awal periode perdagangan sebelumnya. Dampaknya, para pelaku pasar modal dan investor ritel saat ini cenderung memilih sikap waspada dalam mengambil keputusan transaksi buy maupun sell.

Hingga akhir Juni 2026 mendatang, fluktuasi harga logam mulia diperkirakan masih akan terus berlangsung secara dinamis di pasar komoditas. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kebijakan suku bunga global akan memegang peranan krusial dalam menentukan arah grafik harga emas ke depan.

Para analis komoditas memproyeksikan bahwa rentang harga beli emas akan mencoba bertahan di zona psikologis barunya dalam beberapa hari ke depan. Tekanan jual diprediksi baru akan mereda apabila rilis data ekonomi terbaru menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pasar finansial.

Masyarakat dan investor pemula disarankan untuk tetap memantau pembaruan harga secara berkala sebelum melakukan eksekusi transaksi. Momentum penurunan harga saat ini sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi jangka panjang bagi mereka yang memiliki profil risiko moderat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....