Puasa Sunnah Tasu'a dan Asyura di Bulan Muharram
- 24 Jun 2026 09:59 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Bulan Muharram menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain dikenal sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt., Muharram juga dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amalan sunah, salah satunya adalah berpuasa. Puasa di bulan Muharram, terutama pada hari Asyura dan Tasu'a, memiliki keutamaan yang besar sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw. Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan datangnya bulan Muharram untuk memperbanyak ibadah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Menurut Ustadz Prof. Dr. Muhammad Sutoyo, M.Ag saat menjadi narasumber kajian islami mutiara pagi programa 1 RRI Madiun, Kamis 18 Juni 2026 mengungkapkan Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada bulan Muharram dan memiliki keutamaan yang besar dalam Islam, mampu menghapus dosa dosa yang telah diperbuat satu tahun silam. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada 9 Muharram. "Puasa Tasu'a 9 Muharram, dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Juni 2026," ungkap Ustad Sutoyo. Menurut Ustad Sutoyo, Rasulullah saw. berkeinginan untuk berpuasa pada hari ini sebagai pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. "Sesuai anjuran Rasulullah saw. bersabda: Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu." ungkapnya.
Puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram, dilaksanakan pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Rasulullah saw. menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada hari ini karena memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu, dengan izin Allah.
Ustadz Sutoyo menekankan bahwa jika tidak mampu berpuasa sebulan penuh, umat dianjurkan berpuasa 10 hari pertama, atau minimal 3 hari (9, 10, 11), atau setidaknya 2 hari (9 & 10 atau 10 & 11), hingga yang paling minimal adalah satu hari saja (pada hari Asyura).
Berkaitan dengan niat yang diucapkan ketika mengawali puasa, Ustadz Prof. Dr. KH. M. Sutoyo, M.Ag mengatakan bahwa pengucapan niat puasa hanya satu, "niat puasa haruslah satu, tidak boleh menggabungkan dua niat sekaligus dalam satu waktu ibadah, meskipun puasa tasu'a itu hari kamis, jangan digabung dengan niat puasa senin kamis," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....