Umat Islam Dituntut Cerdas Bermedia Sosial, MPU Ingatkan Bahaya Informasi Negatif
- 24 Jun 2026 02:57 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kemajuan teknologi dan pesatnya perkembangan media digital menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam, khususnya dalam menjaga nilai-nilai agama di tengah derasnya arus informasi. Ketua Komisi C Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Tgk. H. Umar Rafsanjani, Lc., M.A., menilai kemampuan menyaring informasi dan memahami etika bermedia menjadi persoalan utama yang harus mendapat perhatian serius.
Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh Pro 4, Rabu 17 Juni 2026, Umar Rafsanjani menjelaskan bahwa Islam pada hakikatnya tidak mengikuti perkembangan zaman, namun juga tidak pernah tertinggal oleh zaman. Menurutnya, ajaran Islam selalu memiliki relevansi dengan berbagai perkembangan yang terjadi, termasuk kemajuan teknologi digital yang saat ini berkembang sangat pesat.
Ia mengatakan, masyarakat Aceh kini tidak lagi berbeda dengan daerah lain dalam hal pemanfaatan teknologi informasi. Internet dan media sosial telah digunakan hampir oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Bahkan, anak-anak di perkampungan saat ini sudah akrab dengan berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube.
Namun demikian, Umar menilai kemampuan menggunakan teknologi belum selalu dibarengi dengan kemampuan menyaring informasi yang diterima. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila masyarakat tidak memiliki pemahaman yang memadai dalam memilah konten yang bermanfaat dan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama maupun norma sosial.
"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mampu menyaring informasi, memilah mana yang positif dan mana yang negatif. Jangan sampai perkembangan digital justru membuat kita terpengaruh oleh hal-hal yang tidak diinginkan oleh agama," ujarnya.
Menurutnya, pengawasan dan edukasi menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan era digital. Di lingkungan keluarga, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawasi aktivitas anak-anak dalam menggunakan media sosial dan internet. Sementara di ruang publik, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Umar Rafsanjani menambahkan, tanpa literasi digital yang baik, kemajuan teknologi dapat membawa mudarat bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menggunakan media digital agar kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana kebaikan dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang berlaku di Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....