AmaIan Terbaik Bulan Suro

  • 24 Jun 2026 08:42 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender Hijriah. Sebagai salah satu dari empat bulan haram, Muharram memiliki banyak keutamaan yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amal saleh, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak pahala setelah bulan Ramadan.

Dalam sebuah dialog kajian islami di Programa 1 RRI Madiun, Kamis 18 Juni 2026, narasumber Ustadz Prof. Dr. KH. Muhammad Sutoyo, M.Ag mengungkapkan bahwa bulan Muharram bukan bulan angker atau bulan penuh pantangan seperti mitos yang beredar. Justru, ini adalah bulan yang penuh berkah di mana banyak mukjizat para Nabi terjadi, sehingga sangat baik untuk melakukan kebaikan seperti pernikahan atau kegiatan ibadah lainnya."Bulan ramadhan kan paling hebat, berkah. Terus setelah ramadhan, bulan muharram ini." tutur Ustad Sutoyo meyakinkan.

Di bulan muharram atau bulan Suro ini ustad Sutoyo mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keberkahan, diantaranya:

Puasa Sunnah: Menjalankan puasa di bulan Muharram sangat dianjurkan. Jika tidak mampu sebulan penuh, disarankan berpuasa 10 hari pertama, atau minimal 3 hari (tanggal 9, 10, dan 11 Muharram), atau setidaknya di hari Asyura (tanggal 10) untuk menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu, "jangan sampai tidak puasa, karena kalau puasa sehari dalam muharram ini pas asyura kita diampuni dosa setahun lalu, ya cuci cuci dosa lah," ungkap Ustad Sutoyo.

Selain itu, Ustad Sutoyo juga mengungkapkan agar pemberi nafkah keluarga melonggarkan nafkah keluarga, "disunnahkan untuk memberikan tambahan atau kelonggaran nafkah kepada istri dan anak-anak selama bulan Muharram sebagai wujud kasih sayang dan mengikuti sunnah, " tuturnya.

Keutamaan bulan suro lainnya adalah sedekah dan menyantuni anak yatim. Muharram adalah waktu yang sangat baik untuk bersedekah, khususnya kepada anak yatim.

Memperbanyak Dzikir dan Tadarus Al-Qur'an juga dianjurkan, hal ini dilakukan untuk mengisi bulan ini dengan memperbanyak bacaan selawat, istighfar, tasbih, serta mengkhatamkan Al-Qur'an.

Muhasabah dan menghindari maksiat, hal ini menjadikan Muharram sebagai momentum untuk evaluasi diri (muhasabah), meminimalisir dosa, dan berusaha untuk istiqamah dalam kebaikan setelah bulan Muharram berakhir.

Ustadz Sutoyo menegaskan bahwa bulan Muharram bukan bulan angker atau bulan penuh pantangan seperti mitos yang beredar. Justru, ini adalah bulan yang penuh berkah di mana banyak mukjizat para Nabi terjadi, sehingga sangat baik untuk melakukan kebaikan seperti pernikahan atau kegiatan ibadah lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....