Akademisi: Kerusakan Lingkungan Aceh akibat Dampak Akumulatif

  • 24 Jun 2026 03:05 WIB
  •  Banda Aceh

RR.CO.ID, Banda Aceh – Kerusakan lingkungan di Aceh dinilai tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan dampak akumulatif dari aktivitas manusia dalam jangka panjang, ditambah pengaruh perubahan iklim ekstrem.

Hal itu disampaikan Dosen Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ir. Muhammad Haikal, ST., M.Sc dalam dialog Green Radio RRI Banda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa fenomena banjir dan bencana lingkungan yang terjadi saat ini merupakan “slow disaster” akibat akumulasi kerusakan lingkungan yang telah berlangsung lama.

“Kerusakan lingkungan itu bersifat slow killing. Bencana hari ini adalah akumulasi dari apa yang terjadi bertahun-tahun sebelumnya,” kata Muhammad Haikal.

Menurutnya, alih fungsi lahan, berkurangnya tutupan hutan, serta perubahan iklim menjadi faktor yang memperparah kondisi lingkungan di Aceh.

“Meskipun ada aktivitas penebangan atau pembukaan lahan di masa lalu dan sekarang, kondisi saat ini diperburuk oleh curah hujan ekstrem dan berkurangnya daya dukung lingkungan,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan, bukan hanya karena aturan, tetapi karena tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang.

“Menjaga lingkungan bukan hanya soal regulasi, tetapi kesadaran bersama agar Aceh tetap nyaman dihuni untuk generasi yang akan datang,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....