BPS Bengkulu Tegaskan Data Sensus Ekonomi 2026 Tidak Berkaitan dengan Pajak
- 23 Jun 2026 13:03 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan perpajakan. Penegasan tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif Bincang di RRI bertema Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026 untuk Bengkulu Maju pada 18 Juni 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bengkulu, Reny Puspasari, SST., M.E., mengatakan masih terdapat masyarakat yang memiliki kekhawatiran terkait pemanfaatan data sensus. Menurutnya, pemahaman tersebut perlu diluruskan agar masyarakat tidak ragu memberikan informasi saat pendataan berlangsung.
“BPS di sini mengumpulkan data untuk memberikan informasi dasar mengenai karakteristik usaha yang ada di Indonesia, provinsi, maupun kabupaten dan kota,” ujar Reny. Ia menjelaskan tujuan utama pendataan adalah menyediakan informasi statistik yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Lebih lanjut, Reny menegaskan bahwa data yang dihimpun BPS tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun pengawasan usaha. “Data yang dikumpulkan BPS ini tidak akan berkaitan dengan pajak ataupun tidak akan berkaitan dengan pemeriksaan ataupun audit,” katanya.
Menurut Reny, seluruh informasi yang diberikan responden akan diolah menjadi data statistik yang menggambarkan kondisi ekonomi secara umum. Data tersebut tidak disajikan dalam bentuk yang dapat mengungkap identitas maupun kondisi usaha perorangan.
Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan data yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya. Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menghasilkan statistik yang akurat dan berkualitas.
Melalui kegiatan tersebut, BPS Provinsi Bengkulu berharap kepercayaan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026 semakin meningkat. Dengan dukungan seluruh pelaku usaha dan masyarakat, data yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung pembangunan Bengkulu yang lebih maju.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....