Wisata Lereng Merapi Bersinar, Berani Tolak Narkoba
- 24 Jun 2026 07:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID., Yogyakarta - Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta diwarnai semangat kolaborasi dari para pelaku wisata Lereng Merapi. Bertempat di kawasan wisata yang menjadi salah satu ikon pariwisata Yogyakarta tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi DIY (BNNP DIY) bersama Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi menggelar Deklarasi Wisata Bersinar (Bersih Narkoba) pada Senin 22 Juni 2026.
Deklarasi ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk menjaga kawasan wisata tetap aman, sehat, produktif, dan bebas dari ancaman penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Kegiatan diikuti oleh pengelola wisata, pengemudi jeep wisata, pelaku UMKM, pemerintah kalurahan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, BNNK Sleman, serta berbagai unsur masyarakat. Tidak sekadar seremonial, deklarasi tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan masyarakat kawasan wisata terhadap ancaman narkoba yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia sekaligus mengganggu keberlanjutan sektor pariwisata.
Kepala BNNP DIY, Faried Zulkarnain, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya untuk memperkuat kesadaran terhadap bahaya narkotika di lokasi wisata. Menurutnya, narkoba bukan lagi persoalan individu, melainkan ancaman bersama yang dapat menyasar siapa saja tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang sosial.
"Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor pariwisata yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan Wisata Bersinar, Bersih Narkoba," katanya.
Kawasan Lereng Merapi dipilih karena memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai sumber penghidupan bagi ribuan warga yang menggantungkan ekonomi keluarga dari sektor pariwisata. Menjaga kawasan wisata dari ancaman narkoba berarti menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat, keselamatan wisatawan, serta citra Yogyakarta sebagai destinasi yang aman dan berbudaya.
Semangat tersebut sejalan dengan filosofi luhur masyarakat Yogyakarta, Hamemayu Hayuning Bawana, yang mengandung makna merawat dan menjaga kehidupan demi terciptanya harmoni serta kesejahteraan bersama. Dalam konteks pencegahan narkoba, nilai tersebut menjadi pengingat bahwa melindungi masyarakat dari bahaya narkotika merupakan bagian dari ikhtiar menjaga martabat manusia dan masa depan generasi bangsa.
Melalui Deklarasi Wisata Bersinar, para pelaku wisata Lereng Merapi menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan wisata dengan membaca Deklarasi Sobat Bersinar.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan edukasi anti narkoba, penciptaan lingkungan kerja yang sehat, penguatan kewaspadaan masyarakat, serta keterlibatan aktif para pelaku wisata dalam menyebarluaskan pesan pencegahan di spanduk yang dipasang di basecamp Jeep.
BNNP DIY juga menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Maxim yang turut berkolaborasi dalam kampanye publik anti narkoba sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Melalui momentum HANI 2026, BNNP DIY berharap kawasan Lereng Merapi dapat menjadi contoh destinasi wisata yang tidak hanya unggul dari sisi pelayanan dan daya tarik wisata, tetapi juga menjadi ruang yang aman, sehat, dan bebas narkoba. Di akhir kegiatan, turut diserahkan pula spanduk himbauan 'Kawasan Bersih Narkoba, Lava Tour Merapi' untuk masing-masing anggota asosiasi agar bisa dipasang di lokasi strategis masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....