Ribuan Mahasiswa Siap Jalankan Program Kukerta Berdampak
- 18 Jun 2026 14:47 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Universitas Riau (Unri) kembali mengirim ribuan mahasiswanya untuk mengabdi di tengah masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Tahun 2026. Sebanyak 4.050 mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di daerah, baik di dalam maupun luar Provinsi Riau, bahkan hingga tingkat internasional.
Pelepasan peserta Kukerta dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Lapangan Open Space Kampus Unri, Pekanbaru, Kamis 18 Juni 2026. Prosesi pelepasan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Program Kukerta tahun ini mengusung tema "Membangun Negeri" dan terbagi dalam beberapa kategori, yakni Kukerta Berdampak Reguler Gelombang II, Kukerta Berdampak Khusus, serta Kukerta Internasional. Dari total peserta, sebanyak 4.037 mahasiswa mengikuti Kukerta Berdampak Reguler Gelombang II yang berlangsung mulai 18 Juni hingga 1 Agustus 2026.
Selain itu, terdapat 10 mahasiswa yang mengikuti program Kukerta Eksternal hasil kerja sama Unri dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) di wilayah Kepulauan Riau. Sementara tiga mahasiswa lainnya akan menjalani Kukerta Internasional melalui kolaborasi dengan Universitas Siliwangi dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.
Dalam sambutannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa Kukerta menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah sekaligus memahami berbagai dinamika kehidupan masyarakat secara langsung.
"Melalui Kukerta ini, adik-adik mahasiswa akan mengabdikan ilmu kepada masyarakat. Namun pada saat yang sama, kalian juga memperoleh pelajaran berharga karena tidak sedikit hal yang hanya bisa dipahami ketika kita turun langsung ke lapangan," ujarnya.
Menurutnya, pengalaman selama berada di lokasi pengabdian akan membentuk karakter mahasiswa menjadi lebih peduli terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah. Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjaga sikap, menghormati adat istiadat setempat, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
"Jaga sikap dan perilaku. Hormati adat istiadat dan kearifan lokal setempat. Jaga nama baik almamater Universitas Riau di manapun kalian berada," katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Riau, Sri Indarti, menegaskan bahwa Kukerta bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus membangun hubungan yang erat dengan masyarakat.
"Kehadiran peserta Kukerta di daerah bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar bersama, memberdayakan, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai potensi dan tantangan yang ada," kata Sri Indarti.
Ia berharap seluruh mahasiswa mampu menjalankan program kerja yang inovatif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi daerah tempat mereka mengabdi. Selain itu, mahasiswa juga diminta selalu mengutamakan keselamatan, kesehatan, kedisiplinan, dan integritas selama menjalankan tugas.
Melalui program Kukerta Berdampak 2026, Unri berharap mahasiswa tidak hanya menjadi insan akademis yang unggul, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....