Cuaca Madiun Raya 13 - 15 Juni, Cerah - Cerah Berawan, Potensi Hujan Ringan Skala Lokal
- 13 Jun 2026 12:55 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, melemahnya Monsun Australia yang umumnya membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia bagian selatan, ditambah dengan kehadiran Gelombang Equatorial Rossby di atas Jawa Timur, menyebabkan kondisi atmosfer menjadi lebih labil dan meningkatkan kandungan uap air di atmosfer. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, kondisi ini mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di beberapa wilayah Jawa Timur. Gelombang atmosfer yang bergerak dari timur ke barat di sekitar wilayah ekuator tersebut diprakirakan masih memengaruhi cuaca Jawa Timur hingga 14 Juni 2026, sehingga peluang terjadinya hujan masih cukup tinggi meskipun sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat terjadi secara lokal pada siang hingga malam hari. Sedangkan cuaca Madiun Raya 3 hari kedepan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga siang hari. Perlu diwaspadai adanya potensi hujan berskala lokal dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore dan malam hari.
“Waspadai potensi potensi hujan berskala lokel dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore dan malam hari dapat terjadi di wilayah Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan dan Ponorogo,” ungkap Setiyaris, Sabtu 13 Juni 2026.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama yang disertai petir, angin kencang, atau genangan air di wilayah rawan. Pengguna jalan diharapkan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan dan selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini. Selain itu, Setiyaris menghimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan periode hujan yang masih terjadi pada musim kemarau ini dengan menampung air hujan dan mengelola sumber daya air secara bijak sebagai persiapan menghadapi kondisi yang lebih kering pada bulan-bulan mendatang. Petani juga disarankan memanfaatkan tambahan curah hujan ini untuk mendukung kegiatan pertanian, sambil tetap mengantisipasi kemungkinan berakhirnya periode hujan dalam waktu dekat. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....