BKHIT Soroti Potensi Ekonomi Perbatasan

  • 09 Jun 2026 07:38 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Selatan, Irsan Nuhantoro, S.Si., M.Si., M.P., menyoroti berbagai tantangan pengawasan lalu lintas komoditas di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Hal itu disampaikannya dalam Gathering dan Sharing Session bersama awak media di Merauke, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurut Irsan, aktivitas perdagangan tradisional masyarakat perbatasan memiliki karakteristik tersendiri karena adanya hubungan kekerabatan antara masyarakat di kedua wilayah. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

“Kalau kita mau meningkatkan ekonomi perbatasan, memang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas masyarakat yang sudah berlangsung selama ini. Di lapangan masih ada berbagai pembahasan terkait sejauh mana diskresi yang bisa diberikan, termasuk terhadap komoditas yang dibawa masyarakat dari wilayah perbatasan,” ujarnya.

Selain membahas perdagangan lintas batas, Irsan juga menyoroti potensi sumber daya alam Papua Selatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satunya adalah gaharu yang banyak ditemukan di wilayah Asmat dan selama ini masih dimanfaatkan secara alami oleh masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa di daerah lain, gaharu telah dikembangkan dengan teknologi budidaya untuk meningkatkan nilai ekonomi. Sementara di Papua Selatan, pemanfaatannya masih bergantung pada hasil alam sehingga perlu dipikirkan langkah pengembangan yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, potensi lain seperti anggrek dan hasil hutan nonkayu juga perlu mendapat perhatian. Dengan pengelolaan dan budidaya yang baik, komoditas tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat tanpa mengurangi kelestarian sumber daya alam di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....