Pemkab Bogor Kembangkan Budidaya Air Tawar di Hulu dan Hilir
- 08 Jun 2026 20:25 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab Bogor) berkomitmen menghindari kepunahan ikan endemik secara keberlanjutan melestarikan hulu sungai dan hilir. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, melalui Bidang Perikanan berencana akan berkolaborasi dalam rangka budidaya Air Tawar. Melalui pelatihan perikanan dan penerapan teknik perbenihan, pembudidayaan, pengelolaan kesehatan ikan dan pelestarian perlindungan budidaya air tawar.
Kepala Bidang Perikanan, Rohman, menyampaikan apresiasi kepada Peneliti Ikan Endemik dan Ketua FK3I Nasional yang telah mengingatkannya untuk memilih dan memilah ribuan ikan yang ditebar di Titik Nol Telaga Saat pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026.
"Atas arahan pak Sekda Kabupaten Bogor kepada Bidang Perikanan untuk memilah dan memilih indukan dan benih ikan yang sesuai dengan habitatnya. Jenis indukan dan benih ikan yang ditebar dalam acara Hari Lingkungan Hidup, yaitu jenis Ikan Baung, Ikan Nilem, Ikan Tawes, dan Ikan Belida," jelasnya, Senin 8 Juni 2026.
Rohman juga menyampaikan terima kasih atas masukan-masukan dari Peneliti Ikan Endemik Ciliwung dan FK3I sehingga kedepannya dapat berkolaborasi dalam budi daya ikan air tawar serta mengembangkan indukan atau pembenihan ikan Endemik di Kabupaten Bogor untuk meningkatkan ekosistem. Pemkab Bogor berkomitmen menghindari kepunahan ikan endemik secara keberlanjutan sekaligus melestarikan hulu sungai dan hilir.
Menurutnya atas arahan Sekda Kabupaten Bogor pada acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Titik Nol Telaga Saat, telah di tebar 10.000 indukan dan benih ikan yang jenisnya sesuai dengan habitatnya.
"Leading sektor acara tersebut adalah DLH melakukan penanaman pohon, pelepasan burung, dan penaburan eco enzym. Sementara Bidang Perikanan fokus penyediaan indukan / benih ikan yang ditebar pada acara tersebut," terangnya.
Sebelumnya, Peneliti Ikan Endemik Ciliwung, Iqbal Mujadid, dan Ketua FK3I Nasional, Dedi Kurniawan pada beberapa waktu yang lalu, telah mengingatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor dalam kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Bogor pada 5 Juni 2026 untuk tidak menebar indukan atau benih ikan asing atau ikan invasif di titik nol Telaga Saat agar ikan endemik tidak punah.
Sungai Ciliwung bukan sekadar saluran air yang membelah pusat peradaban sepanjang 120 kilometer dari hulu di Bogor hingga bermuara di Teluk Jakarta. Sebagai arteri kehidupan, ia memegang peran ganda yang strategis: penyedia air bersih bagi jutaan jiwa dan pengendali banjir alami bagi kawasan metropolitan. Namun, bagi kami di komunitas peneliti, Ciliwung adalah laboratorium alam yang dinamis.
Penelitian intensif yang dilakukan Iqbal Mujadid pada kurun 2023-2024 memberikan potret yang mengejutkan. Setelah satu abad mengalami degradasi dan tren penurunan keanekaragaman hayati yang drastis, dimana keberadaan ikan endemik nyaris punah.
Hal tersebut berdasarkan data terbaru mengindikasikan studi ini mencakup pengamatan mendalam sepanjang 9 km aliran sungai melalui 18 stasiun penelitian yang mewakili berbagai zonasi geografis. Temuan tersebut menjadi sinyal penting bagi para pembuat kebijakan untuk melestarikan ekosistem Hulu dan Hilir Ciliwung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....