Perairan Kei Disiapkan Menjadi Kawasan Strategis Nasional Karbon Biru

  • 08 Jun 2026 11:34 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Penyusunan Dokumen Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (KSN) Karbon Biru Perairan Kei dan sekitarnya menjadi langkah penting dalam mewujudkan tata kelola ruang laut yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dokumen ini dirancang untuk mengatur pemanfaatan ruang pesisir dan laut secara lebih terukur, sekaligus memastikan perlindungan terhadap ekosistem yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, mengatakan Perairan Kei memiliki kekayaan sumber daya pesisir yang meliputi hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami atau karbon biru. Menurutnya, ekosistem tersebut tidak hanya berperan dalam mitigasi perubahan iklim, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang sektor perikanan, pariwisata, dan kehidupan masyarakat pesisir di Maluku Tenggara.

"Penyusunan zonasi ini penting untuk memastikan pemanfaatan ruang laut berjalan seimbang dengan upaya perlindungan ekosistem yang menjadi aset utama daerah," kata Toffi.

Menurut Toffi, dokumen zonasi akan menjadi instrumen strategis dalam menentukan arah pemanfaatan kawasan sesuai karakteristik dan daya dukung lingkungan masing-masing wilayah. Dengan adanya pembagian zona yang jelas, berbagai aktivitas seperti perikanan, konservasi, pariwisata bahari, pelayaran, hingga investasi dapat berjalan tanpa menimbulkan tekanan berlebihan terhadap lingkungan.

Selain memberikan kepastian hukum dan arah pengelolaan kawasan, rencana zonasi juga diharapkan mampu meminimalkan potensi konflik pemanfaatan ruang laut yang selama ini kerap terjadi di sejumlah wilayah pesisir. Pendekatan tersebut menjadi semakin penting mengingat Perairan Kei merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis baik dari sisi keanekaragaman hayati maupun potensi ekonomi berbasis kelautan.

"Kami melihat zonasi karbon biru sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan sektor pariwisata," ujar Toffi.

Toffi menambahkan, pengelolaan kawasan berbasis karbon biru kini menjadi salah satu pendekatan yang mendapat perhatian luas di tingkat nasional maupun global. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah dalam proses penyusunan dokumen zonasi sangat penting agar kepentingan konservasi, kesejahteraan masyarakat, dan pengembangan ekonomi daerah dapat berjalan secara seimbang di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....