BPBD Sintang Lakukan Inspeksi Kesiapan Perusahaan Cegah Karhutla
- 09 Jun 2026 10:51 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang bersama Perusahaan Palma melakukan kegiatan inspeksi ke sejumlah perusahaan di Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Wilayah kecamatan Ketungau Tengah, Minggu, 7 Juni 2026.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan baik dari Warga, Salah seorang warga, Adi mengakui kegiatan ini sangat bagus, menunjukan kesiapan pemerintah Daerah dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang tentunya berdampak terhadap masyarakat.
“Terimakasih saya sampaikan kepada pemerintah daerah, BPBD Kabupaten Sintang yang telah melakukan upaya pencegahan karhutla,” kata Adi.
Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar mengatakan pemeriksaan yang dilakukan seperti memastikan ketersediaan sapras karhutla, ketersediaan embung, apakah air sudah tersedia di embung, Menara api dan alat-alat pemadam kebakaran.
“Memang hari ini kami tidak bisa menjangkau semua perusahaan, namun kami menghimbau agar seluruh Perusahaan di kabupaten Sintang ini dapat mematuhi surat edaran Bupati Sintang dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan diantaranya mengaktifkan kembali embung yang sudah ada, mengingat cuaca kita ini setiap harinya panas dan sudah jarang turun hujan,” kata Kusnidar, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kusnidar menjelaskan bahwa kesiapsiagaan perusahaan sangat penting karena sebagian besar wilayah perkebunan memiliki potensi kerawanan kebakaran saat memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, setiap perusahaan diharapkan memiliki tim tanggap darurat yang siap bergerak cepat apabila ditemukan titik api di area operasional maupun wilayah sekitarnya.
Selain melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, tim juga memberikan arahan kepada pihak perusahaan mengenai langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kepada karyawan dan masyarakat sekitar dinilai penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap lingkungan dan kesehatan.
Menurut Kusnidar, koordinasi antara pemerintah daerah, perusahaan, TNI, Polri, serta masyarakat harus terus diperkuat. Dengan adanya sinergi yang baik, proses deteksi dini dan penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan.
BPBD Kabupaten Sintang berharap seluruh perusahaan dapat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau tahun 2026. Melalui kesiapan personel, kelengkapan peralatan, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dapat berjalan optimal sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap berlangsung dengan aman. (Tin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....