Kementerian PKP Tingkatkan Kuota Rumah Subsidi Sultra Jadi 20 Ribu Unit
- 02 Jun 2026 23:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PKP meningkatkan kuota rumah subsidi melalui skema KPR FLPP di Sulawesi Tenggara menjadi 20.000 unit pada 2026
- Pemerintah menilai peningkatan kuota tersebut penting untuk membantu mengurangi backlog perumahan dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak
- Gubernur Sulawesi Tenggara menyebut kebutuhan rumah di wilayahnya mencapai 119.000 unit, sementara ketersediaan rumah saat ini baru sekitar 62.000 unit
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah meningkatkan kuota rumah subsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di Sulawesi Tenggara. Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan kuota pembangunan rumah subsidi di daerah tersebut ditingkatkan menjadi 20.000 unit pada 2026.
Ia juga meminta pemerintah daerah mempersiapkan pelaksanaan program tersebut secara matang. Menurut Menteri PKP ini, langkah itu diperlukan agar target pembangunan rumah subsidi dapat berjalan sesuai rencana.
“Untuk rumah subsidi, kita sudah bicara diskusikan ada target yang cukup tinggi yaitu 20 ribu. Jadi saya minta itu disiapkan,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang akrab disapa Ara tersebut di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurutnya, target tersebut menjadi bagian upaya pemerintah mengurangi backlog perumahan yang masih tinggi. Melalui program rumah subsidi, masyarakat diharapkan lebih mudah memiliki rumah yang layak huni.
Menteri Ara mengatakan pemerintah juga telah memberikan berbagai kemudahan dalam program rumah subsidi tersebut. Kemudahan itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
“Rumah subsidi ini, BPHTB, PBG, ini sudah Presiden Prabowo kasih gratis. Coba dipersiapkan, bapak koordinasikan ya,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyambut baik target pembangunan 20.000 rumah subsidi yang disiapkan pemerintah pusat. Menurut Andi, program tersebut dapat membantu mengurangi kesenjangan yang masih terjadi di daerahnya.
Andi mengungkapkan kebutuhan rumah di Sulawesi Tenggara masih cukup tinggi dibandingkan ketersediaan yang ada saat ini. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan kuota rumah subsidi di wilayahnya.
“Total kebutuhan rumah di sana 119.000. Yang ada baru 62.000,” kata Andi.
Ia berharap program rumah subsidi dapat membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat. Selain itu, program tersebut juga diharapkannya mampu memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi hingga menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....