BPS Catat Inflasi Jambi Mei 2026 Capai 0.75 persen

  • 02 Jun 2026 15:00 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Badan Pusat Statistik (BPS) provinei Jambi mencatat provinsi Jambi mengalami inflasi pada Mei 2026 mencapai 0,75 persen atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan April 2026. Hal ini disampaikan Kepala BPS provinsi Jambi Aidil Adha, dalam rilis berita resmi statistik, Selasa 2 Juni 2026.

" pada Mei 2026 provinsi Jambi Inflasinya month to month atau Mei terhadap April 0,75 persen, sedangkan Y on Y sebesar 3,56 persen dan inflasi tahun kalender 1,27 persen," kata Aidil Adha dalam rilisnya.

Disampaikan, Penyumbang utama inflasi adalah kelompok makaman, minuman dan tembakau dengan penyumbang utamanya adalah cabai merah.

Adapun pendorong inflasi secara m to m adalah cabai merah, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, tomat, minyak goreng, ikan serai, pelumas, angkutan udara, kursi plastik, cabe rawit.

" untuk pendorong inflasi secara y on y yakni emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, nasi dengan lauk, ikan serai, sigaret kretek mesin, jeruk dan minyak goreng," ujarnya.

Selanjutnya komoditi penahan inflasi m to m yakni daging ayam ras, beras, jengkol, emas perhiasan, ikan nila, baju kaos tanpa kerah, sepatu anak, udang basah, baju anak stelan sedangkan untuk penahan inflasi y on y yakni ikan nila, bawang putih, jengkol, baju anak stelan, baju kaos tanpa kerah, kentang, pengharum cucian. kelapa, deterjen bubuk.

Sementara itu, dari tiga wilayah yang diukur inflasinya di provinsi Jambi yakni tertinggi di kota Jambi.

"Tertinggi inflasi nya di kota Jambi persen, diikuti Muara Bungo dan Kerinci," terangnya.

Dalam kesempatan ini, BPS provinsi Jambi memaparkan fenomena yang terjadi pada Mei 2026 yakni adanya kenaikan harga cabai merah bulan ke bulan karena naiknya permintaan pada libur panjang Idul Adha sementara pasokan terbatas; kenaikan harga emas; penurunan harga daging ayam ras secara m to m dibandingkan bulan sebelumnya sedangkan pasokan cukup banyak dan transportasi lancar; serta penurunan ikan nila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....