IKAL Lemhannas DIY Dorong Penguatan Organisasi dan Peran Alumni bagi Bangsa
- 31 Mei 2026 22:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKAL Lemhannas Daerah Istimewa Yogyakarta menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi internal organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi nyata para alumni Lemhannas dalam mendukung pembangunan nasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan konsolidasi organisasi pasca Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) IKAL Lemhannas 2026 yang berlangsung di Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Ketua Dewan Pengurus DPP IKAL Lemhannas, Prof. Agus Sartono, menyampaikan bahwa dinamika yang terjadi dalam penyelenggaraan Munas V hingga Munaslub menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan pembenahan organisasi secara menyeluruh. Menurutnya, penguatan tata kelola organisasi serta soliditas antaranggota menjadi langkah strategis agar IKAL Lemhannas semakin relevan dalam menjawab tantangan kebangsaan.
“Perjalanan Munas V hingga Munaslub menjadi bahan refleksi bersama. IKAL Lemhannas harus kembali menjadi organisasi strategis yang mampu menjaga marwah, memperkuat soliditas, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Widya Mataram, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Dalam sambutannya, ia menilai forum konsolidasi ini penting sebagai ruang bertukar gagasan dan memperkuat peran alumni Lemhannas dalam pembangunan nasional.
Prof. Edy juga berbagi pengalaman selama memimpin UWM sejak 2017, termasuk proses pembangunan Kampus Terpadu dan pengalamannya mengikuti Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVI Lemhannas RI. Ia menegaskan bahwa IKAL Lemhannas memiliki posisi strategis sebagai pusat pemikiran kebangsaan yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.
Menurutnya, DIY masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti tingginya angka kemiskinan, ketimpangan ekonomi, hingga persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah. Karena itu, diperlukan pemikiran strategis yang mampu mengoptimalkan potensi daerah secara berkelanjutan.
“DIY memiliki potensi yang besar, namun juga dihadapkan pada berbagai persoalan yang membutuhkan solusi konkret. Diperlukan pemikiran strategis untuk mengelola potensi tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DPD IKAL Lemhannas DIY, Prof. Gunawan Sumodiningrat, menegaskan bahwa IKAL Lemhannas perlu kembali pada jati dirinya sebagai wadah pengembangan pemikiran strategis dan pencetak calon pemimpin bangsa. Ia menekankan pentingnya menjadikan organisasi ini sebagai ruang lahirnya gagasan-gagasan kebangsaan yang konstruktif.
Prof. Gunawan juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjunjung nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, revitalisasi IKAL Lemhannas dapat dimulai dari Yogyakarta sebagai daerah yang memiliki kekuatan budaya dan intelektual untuk kemudian memberikan kontribusi lebih luas bagi Indonesia.
Dalam paparannya, ia mengangkat filosofi kepemimpinan yang berlandaskan prinsip “percaya, yakin, buktikan”. Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun manusia Indonesia yang berkeadaban melalui semangat persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Ia juga menyinggung nilai-nilai kearifan lokal Jawa, seperti sangkan paraning dumadi, manunggaling kawula gusti, dan memayu hayuning bawana, yang dinilai tetap relevan sebagai landasan moral dan spiritual dalam membangun kepemimpinan nasional di masa depan.
Forum konsolidasi turut diisi pemaparan hasil Munaslub IKAL Lemhannas 2026 oleh Prof. Djagal Marseno. Berbagai rekomendasi strategis organisasi dibahas, termasuk upaya memperkuat posisi IKAL Lemhannas sebagai kekuatan intelektual dan moral dalam kehidupan berbangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....