Penutupan Jembatan Kaliombo I, Petugas Pantau Lalu-lintas lewat ATCS

  • 31 Mei 2026 12:07 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Untuk mengantisipasi penutupan Jembatan Kaliombo I dan munculnya kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri melakukan pemantauan arus lalu-lintas melalui Area Traffic Control System (ATCS)
  • Dari pantauan ATCS, kondisi lalu lintas terpantau padat merayap, bukan stagnan atau berhenti total
  • Dari pemantauan di lapangan, kepadatan sering kali dipicu oleh pengendara yang saling mendahului, memotong jalur, dan tidak tertib

RRI.CO.ID, Kediri - Untuk mengantisipasi penutupan Jembatan Kaliombo I dan munculnya kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri melakukan pemantauan arus lalu-lintas melalui Area Traffic Control System (ATCS). "Sebagai antisipasi terjadinya kemacetan akibat pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi Jembatan Kaliombo I pada tanggal 29 Mei hingga 11 Desember 2026, kami melakukan penutupan jalan. Hal ini juga demi mendukung kelancaran proses pembangunan sekaligus menjaga keselamatan pengendara," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, dalam keterangannya, Minggu, 31 Mei 2026.

Cholis menyebutkan, rehabilitasi Jembatan Kaliombo I merupakan langkah preventif yang perlu dilakukan mengingat usia jembatan telah mencapai batas umur teknis. Secara perhitungan teknis, umur standar sebuah jembatan berkisar antara 25 hingga 35 tahun, sedangkan Jembatan Kaliombo I telah beroperasi dalam rentang usia 86 tahun.

"Pembangunan dilakukan sebagai upaya pembenahan dan pemeliharaan. Jangan sampai menunggu terjadi kerusakan yang lebih besar baru dilakukan perbaikan. Tahun ini memang penganggaran pembangunan jembatan difokuskan untuk Jembatan Kaliombo I," katanya.

Selain itu, jelas Cholis, Dishub Kota Kediri telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif. Bus dari arah Surabaya yang menuju Tulungagung diarahkan melalui Jalan Mayor Bismo, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, hingga Jalan Sersan Suharmadji.

"Sementara kendaraan pribadi dan sepeda motor dapat melintas melalui Simpang Empat Alun-Alun, Jalan Brigjen Katamso, Simpang Empat Baruna, dan Jalan Kaliombo," katanya.

Di samping itu, tambah Cholis, Dishub juga bekerjasama dengan Satlantas Polres Kediri Kota serta pihak pelaksana dengan menempatkan petugas di sejumlah titik strategis guna memberikan arahan kepada pengguna jalan. "Selain itu, pemantauan kondisi lalu lintas dilakukan secara real time melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS)," katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan, kepadatan kendaraan yang terjadi merupakan dampak meningkatnya volume kendaraan serta penerapan sistem buka-tutup atau perlintasan bergantian di area pekerjaan. Meski demikian, arus lalu lintas masih bergerak dan tidak mengalami kemacetan total.

"Dari pantauan ATCS, kondisi lalu lintas terpantau padat merayap, bukan stagnan atau berhenti total. Kepadatan terjadi karena adanya peningkatan volume kendaraan dan pelimpahan arus dari Jalan Urip Sumoharjo," katanya.

Ia melanjutkan, penutupan Jembatan Kaliombo I mulai diberlakukan pada Jumat lalu dan bertepatan dengan momentum libur panjang akhir pekan. Kondisi tersebut menyebabkan masih banyak pengguna jalan yang belum mengetahui adanya penutupan maupun jalur alternatif yang tersedia.

"Sebagai langkah antisipasi, Dishub Kota Kediri akan menempatkan petugas gabungan secara intensif selama dua minggu ke depan," katanya.

Ia mengemukakan, petugas disiagakan terutama pada titik-titik yang membutuhkan pengarahan lalu lintas, sementara pengaturan durasi lampu lalu lintas juga dapat dilakukan apabila terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Kediri juga telah memasang rambu-rambu petunjuk jalur alternatif untuk membantu masyarakat menentukan rute perjalanan.

Masyarakat yang mengalami kendala selama perjalanan juga dapat menyampaikan aduan melalui layanan Lapor Mbak Wali 112. "Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama masa pekerjaan berlangsung. Kedisiplinan berkendara dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas di tengah adanya pengurangan kapasitas jalan," katanya.

Ia berharap, masyarakat dapat bersama-sama menjaga keselamatan dan disiplin berlalu lintas. Dari pemantauan di lapangan, kepadatan sering kali dipicu oleh pengendara yang saling mendahului, memotong jalur, dan tidak tertib.

"Dengan saling menghormati sesama pengguna jalan, lalu lintas akan lebih lancar dan semua dapat sampai tujuan dengan selamat," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....