Petani Yasamulya Distrik Tanah Miring Minta Pemerintah Hadirkan Kembali Pupuk SP

  • 31 Mei 2026 08:56 WIB
  •  Merauke

RRI. CO. ID, Merauke - Petani Merauke minta Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten setempat untuk menyediakan kembali pupuk SP36 yang sejak dahulu sudah digunakan hanya saat ini tidak lagi disalurkan.

Permintaan tersebut disampaikan salah satu petani Padi di Kampung Yasamulya SP2 Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Bosko Tekme saat menyampaikan aspirasinya dihadapan Dirjen Lahan dan Irigasi Kementan RI pada peninjauan lokasi lahan sawah petani yang mengalami gagal panen, Sabtu 30 Mei 2026.

Menurut Bosko Tekme dirinya bersama petani lainnya di Kampung Yasamulya memang mengalami beberapa kendala dilapangan sehingga berdampak terhadap penurunan kualitas produksi hingga gagal panen.

Kendala yang dihadapi diantaranya yaitu ketersediaan air, memang kalau musim tanam pertama tidak mengalami kesulitan masalah air karena masuk musim penghujan, hanya saja ketika masuk MT kedua akan mengalami kendala air yang disebabkan tidak adanya sumber air atau irigasi karena berada di areal dataran tinggi.

Selain ketersediaan air, pihaknya juga mengalami kendala yang juga dialami oleh seluruh petani Merauke yakni Padi Kuning yang disebabkan oleh tingginya zat asam tanah sehingga berdampak Padi menguning dan mati.

" Ini yang menjadi masalah, karena ketika kita memberikan pupuk lebih padi jadi kuning, kurang juga tetap menguning dan mati. Jadi hasilnya juga sangat mempengaruhi, " Ungkap Bosko Tekme.

Bosko minta kepada pemerintah melalui dinas teknis untuk menyediakan kembali Pupuk SP36. Karena sejak dirinya mengolah lahan sawah hingga saat ini kendala itu timbul ketika pupuk SP36 Yang sudah tidak disediakan lagi oleh pemerintah.

" Semenjak SP36 ini diputus oleh pemerintah kami petani Merauke banyak mengalami kendala. Karena setahu kami SP36 ini mampu mengembalikan unsur hara tanah sehingga didalam kurun waktu selama SP36 itu masih ada untuk kendala padi kuning itu kami tidak pernah mengalami. Baru terputusnya SP36 ini yang kami alami banyak kendala, "Ucapnya.

Ia menuturkan untuk hasil produksi juga tidak seperti dulu, sejak tahun 2019 saat menggunakan SP36 hasil yang diperoleh cukup bagus dan tidak mengalami kendala, hanya ketika sudah tidak menggunakan SP36 hasil mulai berkurang dan tidak menghasilkan.

" Makin kesini penghasilan semakin menurun, bahkan ada yang hanya memperoleh untuk lahan seluas satu hektar mampu menghasilkan 10-15 karung saja. Padahal selama ini saat menggunakan SP36 mampu menghasilkan 50 - 100 karung per hektar, " Ucap bosko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....