Cuaca Menduku Tembakau tapi Harga Pupuk Non Subsidi Tinggi

  • 30 Mei 2026 16:06 WIB
  •  Madiun

RRI. CO. ID, Ngawi - Meski cuaca kemarau mendukung untuk tanaman tembakau, harga pupuk nonsubsidi yang tinggi menjadi persoalan bagi petani.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI Kabupaten Ngawi Sojo mengungkapkan tembakau tidak masuk kategori tanaman penopangan ketahanan pangan. Sehingga petani tanaman tembakau tidak mendapat pupuk subsisi. Petani tembakau harus mencukupi kebutuhan pupuk tanaman menggunakan pupuk non subsidi.

“Untuk menyikapi pupuk, kami APTI tidak bisa berbuat apa-apa. Yang paling mungkin kami adalah mendorong memberi masukan kepada pemerintah bagaimana efek dari global ini tidak terlalu berpengaruh kepada petani tembakau. Apalagi petani tembakau ini semua kebutuhan pupuknya itu pupuk non-subsidi. Komoditi tembakau termasuk komoditi yang tidak ter-cover di dalam subsidi pupuk. Karena pupuk hanya disediakan subsidi itu untuk sembilan bahan pokok penopang ketahanan pangan. Sedangkan tembakau itu komoditi perkebunan yang tidak termasuk di cover, yang tidak termasuk diproteksi oleh pemerintah. Sehingga subsidi pupuk untuk tembakau tidak ada.”kata Sojo.

Sojo menyebut kenaikan harga pupuk nonsubsidi menjadi persoalan berat yang dihadapi petani tembakau tahun ini. Harga pupuk nonsubsidi disebut naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan itu dipastikan akan memengaruhi biaya pokok produksi.

Berdasarkan analisa usaha tani APTI, sebelum kenaikan harga pupuk, biaya pokok produksi tembakau berada di kisaran Rp38 juta hingga Rp42 juta per hektare. Rata-rata produksi 1,8 ton per hektare dan harga jual sekitar Rp40 ribu per kilogram. Dari itu petani masih bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp70 juta per hectare, sehingga ada selisih keuntungan hampir Rp30 juta per hektare.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....