Desainer dan Akademisi Suarakan Kesetaraan Gender di Palangka Raya
- 30 Mei 2026 12:33 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Isu kesetaraan gender terus digaungkan dari berbagai perspektif di Kota Palangka Raya melalui kolaborasi antara industri kreatif dan dunia akademik. Dua narasumber lintas profesi, yakni desainer muda dan akademisi, menyoroti pentingnya menghapus sekat gender agar laki-laki maupun perempuan memiliki ruang berekspresi dan hak berkarya yang setara di masyarakat.
Melalui pendekatan modern, isu kesetaraan gender kini tidak hanya dibahas dalam forum seminar, tetapi juga disuarakan melalui gaya berpakaian yang inklusif. Desainer muda asal Palangka Raya, Meyin, mengatakan industri fesyen saat ini bergerak ke arah yang lebih universal dan tidak lagi kaku dalam memandang gender.
Menurut Meyin, dalam dunia fesyen terdapat konsep uniseks yang memungkinkan semua orang mengekspresikan diri tanpa dibatasi stigma tertentu.
“Dalam dunia fesyen ada perspektif pakaian untuk perempuan dan laki-laki, tetapi ada juga konsep uniseks. Dari konsep itulah terlihat bahwa semua orang setara. Baik perempuan maupun laki-laki bisa mengekspresikan diri melalui pakaian,” ujar Meyin.
Meyin menambahkan, isu kebebasan berekspresi dan kesetaraan menjadi pesan yang kerap diangkat melalui karya-karya fesyen yang dibuatnya.
Sementara itu, Ketua I MES Kalteng sekaligus Dekan FEB UIN Palangka Raya, Tri Hidayati, mengatakan nilai kesetaraan gender perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama dalam membentuk pola pikir anak mengenai kesetaraan dan penghargaan terhadap perempuan.
“Lingkungan keluarga sangat penting sebagai tempat pertama membentuk nilai-nilai kesetaraan gender. Jika sejak awal tidak ada marginalisasi terhadap perempuan di dalam keluarga, maka perempuan akan lebih mudah mengakses berbagai peluang untuk mengeksplorasi kemampuan diri" ujar Tri saat diwawancarai di RRI Palangka Raya pada Senin, 25 Mei 2026
Tri Hidayati menambahkan, perempuan yang mendapatkan dukungan setara sejak dini akan lebih leluasa mengembangkan potensi diri dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui perpaduan perspektif dari dunia kreatif dan akademik tersebut, perjuangan mewujudkan kesetaraan gender dinilai memerlukan sinergi dari berbagai lini kehidupan. Kebebasan berekspresi di ruang publik yang didukung fondasi keluarga tanpa diskriminasi diharapkan mampu mendorong generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....