Tabungan Anti-Inflasi Investasi Emas bagi Keluarga Muda

  • 30 Mei 2026 07:30 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Membina rumah tangga di usia muda membawa tantangan finansial tersendiri. Mulai dari pemenuhan kebutuhan harian, cicilan hunian, hingga persiapan biaya pendidikan anak yang terus melonjak setiap tahunnya. Di tengah ketidakpastian ekonomi tersebut, investasi emas batangan (logam mulia) dinilai menjadi instrumen paling ideal sebagai pelindung masa depan finansial pasangan baru.

Akademisi sekaligus pengamat ekonomi dari Jambi, Ahmad Soleh, mengungkapkan bahwa emas merupakan aset fundamental yang wajib dimiliki oleh keluarga muda sebelum melirik instrumen investasi lainnya. Karakteristik emas yang stabil dan cenderung naik dalam jangka panjang menjadikannya jaring pengaman terbaik dari gerusan inflasi.

Menurut Ahmad Soleh, banyak pasangan muda yang keliru dengan langsung mengalokasikan uangnya ke instrumen berisiko tinggi seperti saham atau kripto tanpa fondasi yang kuat. Padahal, bagi keluarga baru, menjaga nilai aset agar tidak menyusut adalah prioritas utama.

"Emas itu sifatnya safe haven atau pelindung nilai. Uang tunai yang disimpan di tabungan bank nilainya pasti menurun digerus inflasi, sedangkan emas justru kebalikannya. Bagi keluarga muda, menyisihkan sebagian penghasilan ke emas batangan adalah cara paling aman untuk mengunci nilai kekayaan demi rencana masa depan," ujar Ahmad Soleh, Jumat, 29 Mei 2026.

Tiga Pilar Manfaat Emas untuk Masa Depan Rumah Tangga

Lebih lanjut, Ahmad Soleh merinci tiga manfaat utama mengapa keluarga muda di Jambi harus mulai rutin menyisihkan pendapatan ke dalam bentuk emas:

Dana Pendidikan Anak yang Terjamin: Kenaikan biaya sekolah dan kuliah rata-rata mencapai 10-15 persen per tahun. Jika keluarga muda menabung emas sejak anak lahir, nilai emas tersebut akan mampu mengejar kenaikan biaya pendidikan saat anak masuk perguruan tinggi nanti.

Mudah Dicairkan untuk Dana Darurat: Kehidupan rumah tangga tidak luput dari pengeluaran tidak terduga, seperti biaya kesehatan atau perbaikan rumah. Emas batangan sangat likuid, artinya bisa langsung dijual atau digadaikan hari itu juga di saat keluarga membutuhkan dana tunai cepat.

Melatih Kedisiplinan Keuangan: Membeli emas batangan secara rutin memotong kebiasaan belanja impulsif (impulse buying). Memegang emas memberikan efek psikologis di mana seseorang akan berpikir dua kali untuk mencairkannya jika bukan untuk urusan yang sangat penting.

"Sekarang berinvestasi emas sudah sangat fleksibel. Tidak harus langsung beli puluhan gram. Pasangan muda bisa memanfaatkan platform tabungan emas digital resmi yang diawasi OJK untuk membeli emas mulai dari nominal kecil, misalnya Rp50 ribu per bulan. Begitu terkumpul, baru dicetak menjadi emas batangan fisik," tambahnya.

Ahmad Soleh menyarankan agar keluarga muda menetapkan target jangka panjang minimal 3 hingga 5 tahun dalam berinvestasi emas. Dengan strategi yang konsisten dan pengelolaan keuangan yang bijak, emas dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan keluarga yang mandiri dan merdeka secara finansial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....