Pengusaha Asal Sulawesi Angkat Identitas Morowali Utara Melalui Motif Batik

  • 29 Mei 2026 21:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Berawal dari kemampuannya untuk menjahit, Tin Dels Marce Ndawu, seorang pengusaha asal Morowali Utara menciptakan motif batik yang mencerminkan Sulawesi tanah kelahirannya. Motif batik ini dia namakan Mori, namun dirinya menegaskan tidak ada hubungannya dengan kain mori.

“Saya berpikir bagaimana caranya supaya orang mengenal daerah saya. Maka saya timbulkan dengan membuat batik dengan motif dari sana. Kenapa saya pakai namanya Batik Mori?, karena suku saya adalah suku Mori,” ucap Tin

Dirinya mulai membuka usaha fashion dengan nama Geisha Ratu pada tahun 2018. Nama “Geisha” ia ambil dari nama pena saat aktif di komunitas sastra di Yogyakarta, lalu ditambah kata “Ratu” sebagai penguat filosofi perempuan yang cerdas, serba bisa, dan berdaya.

Selain batik, ia juga mengembangkan fashion ecoprint dengan pendekatan yang ramah lingkungan. Bahan yang dipakai berasal dari tumbuhan di sekitar, mulai dari daun jati, jarak kepyar, jarak wulung, daun lanang, kosmos, bunga waru, hingga tanaman liar pinggir jalan. Ia menyebut ecoprint menarik karena unik, mudah terurai, dan limbah daunnya masih bisa dijadikan kompos.

“Alam seluruh Nusantara ini banyak tumbuh-tumbuhan liar ternyata dapat dimanfaatkan. Jadi dengan adanya ecoprint, setiap tumbuhan itu kita bisa mengambil nilai positifnya,” kata Tin

Pegawai Geisha Ratu, Fransiska menurutnya orang yang belum pernah membeli karya hasil ecoprint bakal ragu namun yang pernah bakal “ketagihan” beli lagi. “Kalau udah pernah beli sekali bakal koleksi lagi. Beli ecoprint bentuk yang lain lagi”, ucap Fransiska.

Perjalanan usahanya tidak lepas dari tantangan. Ia mengaku dulu sempat dipandang sebelah mata hanya sebagai tukang jahit, namun justru dari sana ia terus belajar, kuliah di tata busana dan manajemen pendidikan saat usia sudah menginjak kepala tiga, lalu meningkatkan kemampuan dengan sertifikasi kompetensi. Kini ia juga aktif mengajar sebagai instruktur dan asesor, baik di lembaga kursus maupun pelatihan ecoprint di berbagai wilayah di Indonesia.

Dukungan permodalan dan pembinaan dari BRI melalui Rumah BUMN turut membantu pengembangan usahanya. Ia mengikuti pelatihan bisnis, pencatatan keuangan hingga digital marketing. Dirinya mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Ia juga pernah memanfaatkan KUR untuk membantu perputaran usaha. (Aryasena)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....