Pura Pakualaman Serukan Peningkatan Kepedulian Sosial di Momentum Iduladha
- 28 Mei 2026 14:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Suasana khidmat menyelimuti Alun-alun Sewandanan Pura Pakualaman pada Rabu pagi, 27 Mei 2026, saat gema takbir mengiringi pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H/2026 M. Momentum Hari Raya Kurban tahun ini dimaknai bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga ajakan untuk memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.
Salat Iduladha yang dimulai pukul 06.30 WIB berlangsung tertib dengan dihadiri jamaah dari berbagai kalangan. Sejak pagi, masyarakat tampak memadati kawasan Kagungan Dalem Sewandanan untuk mengikuti tradisi ibadah yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat Pakualaman.
BPH Kusumo Bimantoro yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib menyampaikan pesan-pesan moral dalam khutbahnya. Ia mengangkat keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai simbol keikhlasan, ketaatan, serta pengorbanan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
“Iduladha mengajarkan bahwa pengorbanan bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana manusia mampu menundukkan ego, mengurangi kecintaan terhadap dunia, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” ujar BPH Kusumo Bimantoro.
Menurutnya, ibadah kurban memiliki nilai sosial yang mendalam karena membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Oleh sebab itu, semangat berbagi tidak seharusnya berhenti pada perayaan Iduladha semata, melainkan terus hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, pengorbanan pada masa kini dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun bermakna, seperti membantu sesama yang mengalami kesulitan, meluangkan waktu bagi keluarga, menjaga hubungan sosial, hingga memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan yang semakin kompleks.
“Hari ini kita belajar bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang rela memberi, bukan hanya menerima. Jadikan hidup kita penuh manfaat bagi keluarga, tetangga, masyarakat, dan agama,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, BPH Kusumo Bimantoro juga mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat ketakwaan. Ia menilai tantangan kehidupan modern sering kali menghadirkan sikap egois, kesombongan, dan individualisme yang perlu diimbangi dengan semangat keikhlasan dan kepedulian sosial.
Semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi inspirasi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan saling peduli dan menguatkan, kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kebermanfaatan diyakini dapat terwujud.
Pelaksanaan Salat Iduladha di Pura Pakualaman tahun ini diselenggarakan secara resmi oleh Masjid Besar Pakualaman. Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan tersebut juga mempererat tali persaudaraan serta memperkuat nilai religius dan kemanusiaan di tengah masyarakat DIY.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....