Makna Perayaan Pentakosta bagi Umat Katolik
- 27 Mei 2026 22:05 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Pentakosta merupakan peristiwa turunnya Roh Kudus kepada para Rasul, 50 hari sesudah Kebangkitan Yesus Kristus. Peristiwa suci tersebut memberi keberanian kepada para Rasul, untuk tampil bersaksi serta mewartakan Injil Kerajaan Allah kepada umat.
Hal tersebut disampaikan Pastor Paroki Gembala Baik Abepura, RD Basnabas Daryana, ketika memimpin perayaan Pentakosta di Abepura. Menurutnya, kehadiran Roh Kudus menghadirkan mujizat komunikasi sehingga berbagai suku dapat saling memahami bahasa berbeda dengan baik.
"Bahasa Roh Kudus mempersatukan banyak suku melalui kemampuan mendengar serta memahami perbedaan bahasa bersama. Hanya Roh Kudus saja yang bisa mempersatukan semua bahasa, sehingga umat percaya,” ujarnya, Minggu (24 Mei 2026).
Menurut Pastor Basnabas, Pentakosta mengajarkan pentingnya memahami keberagaman budaya, bahasa, serta latar belakang kehidupan setiap umat beriman. Roh Kudus memberikan berbagai karunia berbeda, namun semuanya berasal dari satu sumber yang mempersatukan kehidupan umat manusia.
Ia menegaskan keberagaman budaya bukan penghalang persaudaraan, melainkan kekayaan bersama untuk mewartakan kasih Kristus kepada seluruh dunia. "Roh Kudus mempersatukan umat, agar mampu menjadi saksi Kristus melalui pelayanan serta pengabdian di tengah kehidupan masyarakat," katanya.
Perayaan Pentakosta kedua bernuansa etnis berlangsung di berbagai gereja di Jayapura. Komunitas Katolik Toraja Dekanat Jayapura, merayakan Pentakosta kedua di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura bersama umat.
Sementara nuansa Kei Evav, dilaksanakan di Gereja Katolik Paroki Kristus Juru Selamat Kotaraja dengan penuh kekhidmatan bersama umat. Perayaan tersebut dihadiri langsung Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You, bersama seluruh umat Katolik setempat.
Uskup Matopai You, mengajak umat mempererat persatuan dan kesatuan melalui kehidupan kekeluargaan serta semangat saling menolong. "Keberagaman etnis dalam Pentakosta, menjadi kesempatan memperkuat persaudaraan dan pelayanan gereja di tengah masyarakat," ucapnya.
Menurut Uskup Yan You, perbedaan yang dipahami dengan bijaksana akan melahirkan kedamaian serta karya pengabdian bagi masyarakat. Hasil pelayanan yang dilakukan penuh kasih, akan menjadi berkat bagi seluruh umat serta masyarakat yang membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....