Duta Bahasa Kepri 2026 Dorong Generasi Muda Gunakan Bahasa Baik dan Santun
- 25 Mei 2026 11:46 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pasangan Imannuel Maitreya Lee dan Qonita Isrina Daroja terpilih sebagai Pemenang I Putra dan Putri Duta Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2026. Keduanya mengaku bangga dan siap membawa nama Kepri pada ajang Duta Bahasa tingkat nasional.
Qonita Isrina Daroja dirinya mengaku tidak menyangka dapat meraih gelar Duta Bahasa Kepri tahun ini. Ia menilai pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Awalnya tidak sangka, namun setelah dinobatkan menjadi pemenang tentu sangat bangga dan semoga bisa membawa harum nama Kepulauan Riau di nasional nanti,” ujar Qonita Isrina Daroja, Senin, 25 Mei 2026.
Ia mengatakan dirinya telah menyiapkan sejumlah program kerja setelah terpilih sebagai Duta Bahasa. Salah satu program yang akan dijalankan adalah kunjungan ke sekolah-sekolah di berbagai wilayah Kepri untuk mengampanyekan penggunaan bahasa yang baik dan santun.
“Kami ingin generasi muda tidak kehilangan budaya bahasa Melayu dan tetap menjaga etika dalam bertutur, termasuk di media sosial,” katanya.
Menurut Qonita, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanan dirinya mengikuti ajang tersebut. Sosok kakaknya disebut menjadi inspirasi sekaligus penyemangat untuk terus mengutamakan bahasa yang santun dalam kehidupan sehari-hari.
“Kakak saya selalu mendorong untuk terus mengutamakan bahasa yang baik dan santun di mana pun berada,” tuturnya.
Sementara itu, Imannuel Maitreya Lee mengaku sempat tidak percaya diri saat mengikuti proses seleksi Duta Bahasa Kepri. Namun, dirinya merasa bangga setelah berhasil meraih gelar juara dan membawa nama baik kampus serta daerahnya.
“Saya sangat senang karena bisa berdiri di panggung itu dan membawa nama kampus serta diri saya sendiri,” ujar mannuel.
Imannuel berencana memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi kebahasaan bagi generasi muda. Ia ingin menghadirkan konten kreatif yang mendorong penggunaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah di era digital.
“Saya ingin media sosial tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang edukasi bahasa bagi generasi muda,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tetap menjaga identitas bangsa melalui bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Menurutnya, penggunaan bahasa asing tidak boleh membuat anak muda melupakan bahasa ibu dan budaya sendiri.
“Kita harus tetap menjaga bahasa Indonesia dan bahasa daerah karena itu adalah identitas dan jati diri kita,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....