BPBD Nias Utara: Logistik Kosong, Dana BTT Jadi Andalan saat Bencana

  • 24 Mei 2026 20:11 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Utara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Nias Utara menghadapi keterbatasan logistik dan anggaran untuk penanganan bencana. Saat ini gudang logistik BPBD dilaporkan kosong, sehingga kebutuhan dasar masyarakat saat bencana hanya bisa dipenuhi melalui Dana Belanja Tidak Terduga atau BTT.

Kepala Pelaksana BPBD Nias Utara, Yasokhi Hulu, mengatakan pencairan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tidak bisa langsung dilakukan. Wilayah terdampak harus lebih dulu ditetapkan berstatus tanggap darurat.

“Kalau anggaran di BPBD tidak ada sama sekali, maka pemenuhan kebutuhan pokok akan diajukan melalui dana BTT. Tapi syaratnya wilayah itu harus ditetapkan dulu dalam status tanggap darurat,” ujarnya.Jum'at, 22 Mei 2026.

Sementara itu, Kasi Sumber Daya Kantor SAR Nias, Ruvinus Bangun, meluruskan miskonsepsi masyarakat terkait istilah “SAR Gabungan”.

Ia menegaskan komando kendali pencarian dan pertolongan sepenuhnya dipegang Basarnas, namun SAR Gabungan melibatkan banyak unsur.

“SAR Gabungan itu bukan hanya Basarnas. Di dalamnya ada BPBD, TNI, Polri, instansi terkait, sampai masyarakat luas yang bekerja sama di lapangan,” jelas Ruvinus.

Ia juga menegaskan bahwa filosofi kerja Basarnas adalah mendahulukan aksi penyelamatan. Administrasi dilakukan sembari berjalan agar waktu tanggap tidak terbuang.

Ruvinus menambahkan pentingnya kesiapsiagaan dengan pepatah sedia payung sebelum hujan. Ke depan, Basarnas dan BPBD Nias Utara akan gencar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....