Pemkab Kediri Ajak Generasi Muda Gemar Menulis

  • 23 Mei 2026 21:32 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri mengapresiasi kegiatan Literasi Bedah Buku bertema “Refleksi Hari Kebangkitan Nasional” yang digelar di Gedung Nusantara Balai Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Kegiatan yang digagas Program Studi Psikologi Islam UIN Syekh Wasil Kediri itu dinilai mampu memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme melalui budaya literasi di kalangan generasi muda.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sonny Subroto Maheri Laksono mengatakan kegiatan literasi seperti ini penting untuk memperluas perspektif generasi muda sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Saya harapkan nanti narasumber Mbak Laila bisa membuka persepsi kita, dan jangan lupa kita selalu belajar menulis,” ujar Sonny.

Menurutnya, budaya menulis dan literasi perlu terus diperkuat di tengah perkembangan zaman. Karena melalui literasi, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun cara berpikir yang lebih terbuka dan bijak.

Sonny menambahkan, kegiatan literasi semacam ini diharapkan dapat diperluas hingga ke desa-desa lain di Kabupaten Kediri. Upaya tersebut juga sejalan dengan penguatan peran perpustakaan daerah melalui penyediaan koleksi buku yang lebih lengkap hingga pengembangan pojok baca di masyarakat.

“Bagaimanapun bangsa kita ini tetap waras, itu adalah tugas dari jenengan semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kediri, Sri Ilham Wahyu Subekti melalui Hendro Hari Mulyono menyampaikan bahwa momentum refleksi Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat pentingnya membangun generasi bangsa melalui literasi.

Menurut Hendro, perpustakaan saat ini tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menyebarkan wawasan kebangsaan dan memperkuat karakter nasionalisme.

“Refleksi ini diharapkan mampu mendorong perpustakaan hadir sebagai penggerak kebangkitan nasional, khususnya di sektor pendidikan dan literasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan karakter generasi muda dapat dilakukan melalui berbagai sumber literasi, mulai dari buku, arsip sejarah, jurnal ilmiah, hingga program-program literasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Marilah kita jadikan kegiatan ini untuk menyiapkan generasi bangsa yang handal dalam menghadapi masa depan yang gemilang,” kata Hendro.

Kegiatan talkshow literasi tersebut diikuti berbagai kalangan masyarakat dan mahasiswa. Selain menjadi ruang diskusi, forum itu juga diharapkan mampu menumbuhkan minat membaca dan menulis di tengah generasi muda sebagai bagian dari semangat kebangkitan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....