Sungai Cidurian Tercemar, DLH Kabupaten Bogor Lakukan Penelusuran

  • 23 Mei 2026 09:59 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kondisi aliran Sungai Cidurian di Kecamatan Cigudeg dan Jasinga, Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan warga. Kondisinya berubah warna menjadi hitam pekat sejak Kamis, 16 April 2016 lalu. Sebagian warga berspekulasi tercemarnya aliran sungai tersebut di duga berasal dari Pencemaran limbah pengolahan kepala sawit PTPN IV PKS Cikasungka.

Menindaklanjuti laporan itupun, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung melakukan pengawasan insidental dan verifikasi lapangan guna memastikan penyebab perubahan warna air sungai tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, DLH menemukan adanya longsoran di area eks kolam AMP 1 yang berpotensi meluap ketika debit air meningkat akibat curah hujan tinggi.

“Sebagai langkah tindak lanjut, DLH Kabupaten Bogor memasang papan peringatan bertuliskan area ini dalam pengawasan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) , serta mewajibkan penutupan eks kolam AMP 1. Pemerintah dan pihak terkait juga diminta menjaga kondusivitas di lokasi,” dikutip dari unggahan Instagram @LAPOR_PAKBUPATI pada Jumat, 21 Mei 2026.

DLH Kabupaten Bogor menegaskan pengawasan terhadap dugaan pencemaran terus dilakukan mencegah dampak lingkungan yang lebih luas . Sementara warga di bantaran Sungai Cikalong dan Sungai Cidurian mengaku fenomena air menghitam bukan kali pertama terjadi.

“Pabrik sawit diduga membuang limbah ke Sungai Cikalong, yang kemudian mengalir ke Sungai Cidurian. Wilayah yang terdampak di antaranya Kampung Toge, Kampung Cikalong, Kampung Tarikolot, Kampung Cikadu, dan Kampung Kalong Dagul,” ujar salah seorang warga Selasa , 19 Mei 2026.

Menurutnya, dampak pencemaran juga dirasakan warga di sepanjang aliran Sungai Cidurian, seperti di Kampung Kalong Sawah, Kampung Parung Sapi, hingga Kampung Muncang Sipak.

Warga berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah tegas agar pencemaran tidak terus berulang dan kualitas lingkungan di wilayah tersebut dapat kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....