Fasilitas PAUD-TK Dapat Perhatian Serius Pemkab Gorontalo

  • 22 Mei 2026 23:40 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kabupaten Gorontalo memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur dan fasilitas pendidikan jenjang PAUD dan TK. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan ayang ramah anak, nyaman dan aman.

Kamis 21 Mei 2026, pemerintah melakukan peresmian gedung ruang administrasi, ruang UKS, dan area bermain anak di wilayah Limboto Barat. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi, Wakil Ketua Bunda PAUD Ny. Venny Junus Anwar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Limboto Barat, para guru, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa.

Bupati Sofyan dalam sambutannya menegaskan, pendidikan usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan sehingga harus didukung sarana yang memadai.

“Pendidikan dasar ini sangat menentukan seperti apa anak-anak kita ke depan. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang nyaman dan ramah bagi anak-anak,” ujar Sofyan.

Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas tersebut dilaksanakan melalui pola swakelola dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK), yang juga melibatkan partisipasi masyarakat.

“Alhamdulillah, pembangunan ini selesai tepat waktu dengan kualitas yang sangat baik. Ini bukti bahwa ketika pemerintah, sekolah, masyarakat, dan orang tua bersatu, hasilnya akan maksimal,” katanya.

Sofyan mengungkapkan, program serupa akan terus diperluas di Kabupaten Gorontalo, dengan rencana sedikitnya 125 sekolah kembali memperoleh bantuan pembangunan melalui sistem swakelola pada tahun ini.

Selain itu, pemerintah daerah juga mulai mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD dan TK, khususnya yang masih berstatus honorer di sekolah swasta. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengerikan sejumlah TK swasta agar para guru memiliki peluang memperoleh status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Kami memahami konsekuensinya cukup besar terhadap APBD, tetapi ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masa depan pendidikan dan kesejahteraan guru-guru PAUD kita,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....