Satgas Pangan Bintan Imbau Masyarakat Tetap Tenang Tidak

  • 21 Mei 2026 12:08 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan distributor. Masyarakat diminta untuk tidak panik supaya tidak terjadi fluktuasi harga di pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan terbaru, mayoritas harga bahan pokok di Kabupaten Bintan masih terpantau stabil. Stabilitas harga merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah daerah, asosiasi peternak unggas, dan perusahaan pemasok.

“Kita diberikan tugas oleh pak bupati untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di Kabupaten Bintan,” kata Setia Kurniawan, Rabu, 20 Mei 2026.

Untuk komoditas bahan pokok seperti beras SBHP di pasaran dijual dengan harga Rp60.000 – Rp62.000 per 5 kilogram. Untuk komoditas gula pasir, harga rata rata saat ini berada di angka Rp14.200 per kilogram atau masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Untuk telur nomor 2 itu Rp19.500 per 10 putih. Dan untuk nomor 3 itu Rp19.000,” ucapnya.

Stok daging dan ayam menjelang Iduladha berada dalam kondisi sangat mencukupi. Harga ayam ras di pasaran saat ini masih stabil di kisaran Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Sementara untuk ketersediaan stok, saat ini tersedia sekitar 5 ton daging kerbau, 2,04 ton daging sapi, dan 23,3 ton ayam beku. Adapun jumlah ayam ras potong yang tersedia di seluruh kandang tercatat mencapai 458 ribu ekor.

“Untuk harga daging sapi itu Rp135.000 per kilogramnya,” ujarnya.

Pemkab Bintan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli kebutuhan secara bijak. Jika terjadi lonjakan harga akibat peningkatan permintaan yang signifikan, Satgas Pangan juga telah menyiapkan langkah mitigasi berupa operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

"Tidak usah khawatir, beli sewajarnya supaya tidak menimbulkan permintaan yang terlalu berlebihan dan memicu fluktuasi harga," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....