OKI Jadi Fokus Percepatan Tanam Padi Hadapi Ancaman El Nino 2026
- 19 Mei 2026 20:47 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Kabupaten OKI sebagai lokus utama percepatan tanam padi seluas 111 ribu hektare untuk menghadapi potensi El Nino 2026.
- Program percepatan tanam dilakukan guna menjaga produksi dan ketahanan pangan Sumsel meski terancam musim kemarau panjang akibat perubahan iklim.
- Pemerintah daerah optimistis target tercapai melalui dukungan sarana pertanian serta pemanfaatan lahan rawa lebak yang berpotensi diperluas saat musim kemarau.
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai lokus utama percepatan tanam padi menghadapi potensi El Nino pada 2026. Program tersebut menargetkan percepatan tanam seluas 111 ribu hektare guna menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau panjang.
Pencanangan gerakan percepatan tanam dipusatkan di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Selasa 19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan percepatan tanam dilakukan untuk memastikan produksi pangan daerah tetap terjaga meski potensi El Nino diperkirakan terjadi pada tahun depan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar ketahanan pangan Sumsel tetap stabil.
Ia menilai target percepatan tanam seluas 111 ribu hektare masih realistis untuk dicapai. Pasalnya, sejumlah wilayah di Sumatera Selatan masih memiliki curah hujan yang cukup tinggi sehingga aktivitas tanam dapat terus berlangsung secara maksimal.
“Gerakan percepatan tanam ini menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino sekaligus upaya menjaga produksi pangan Sumatera Selatan tetap tinggi,” ujar Herman Deru.
Deru juga menegaskan bahwa percepatan tanam harus dilakukan secara masif dan terkoordinasi. Dengan pola tanam yang tepat, pemerintah optimistis produksi padi di Sumsel tidak akan mengalami penurunan signifikan meski menghadapi ancaman kemarau ekstrem.
Sementara itu, Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyebut luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Potensi tersebut dinilai sangat mendukung program peningkatan produksi pangan daerah.
“Gerakan tanam padi masih sangat memungkinkan karena luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Sebanyak 73 persen merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut,” ucap Khabib.
Menurut Khabib, sekitar 73 persen dari total luas baku sawah tersebut merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut. Lahan itu masih memiliki peluang besar untuk dioptimalkan sebagai kawasan pertanian produktif.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan pemerintah daerah optimistis target percepatan tanam dapat tercapai apabila dukungan sarana dan prasarana pertanian tersedia secara memadai. Dukungan itu mencakup benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.
Ia menjelaskan, penyediaan sarana produksi pertanian juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman. Dari sebelumnya hanya IP 100, peningkatan ditargetkan dapat mencapai IP 200 bahkan IP 300.
“Kami optimistis target tersebut dapat dicapai apabila dukungan sarana produksi pertanian tersedia dengan baik. Dukungan itu juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 300,” tutup Muchendi.
Muchendi mengungkapkan luas baku sawah di Kabupaten OKI mencapai 105.436 hektare. Namun, sekitar 30 persen di antaranya merupakan lahan rawa lebak yang belum tergarap optimal akibat genangan air dengan kedalaman dua hingga empat meter.
Menurutnya, kondisi kemarau akibat El Nino justru dapat menjadi peluang untuk memperluas areal tanam di kawasan rawa lebak tersebut. Dengan surutnya genangan air, lahan yang sebelumnya sulit dimanfaatkan dapat mulai ditanami padi.
Melalui gerakan percepatan tanam ini, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Sumatera Selatan sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....