Pemkot Bengkulu Bentuk TRC Tangani Anak Jalanan dan Gepeng

  • 18 Mei 2026 12:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu, membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai langkah serius dalam menangani persoalan anak jalanan, pengemis, dan gelandangan. Melalui tim ini, penanganan tidak lagi sebatas penertiban di lapangan, tetapi juga difokuskan pada pendampingan hingga pemberdayaan sosial dan ekonomi.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, mengatakan TRC nantinya akan turun langsung melakukan penjangkauan terhadap anak jalanan maupun gepeng yang ditemukan di sejumlah titik di Kota Bengkulu. Setelah dijangkau, setiap individu akan didata dan ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing.

“Selama ini penanganan sering hanya sebatas penertiban saja. Ke depan kami ingin ada penyelesaian yang jelas, apakah anak tersebut kembali sekolah, mendapatkan pembinaan, atau diarahkan ke pelatihan kerja sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila TRC menemukan anak jalanan yang masih berada pada usia sekolah, maka Dinas Sosial akan mengupayakan mereka kembali mendapatkan pendidikan melalui program sekolah rakyat maupun pendidikan paket. Menurutnya, pendekatan pendidikan menjadi salah satu cara utama untuk memutus mata rantai anak turun ke jalan.

Pemerintah akan melakukan pendataan serta pendampingan agar anak-anak tersebut dapat kembali bersekolah tanpa terkendala biaya maupun administrasi. Namun demikian, bagi anak jalanan yang tidak ingin melanjutkan pendidikan, pemerintah menyiapkan alternatif lain berupa pembinaan keterampilan dan penyaluran kerja ke sektor usaha yang lebih produktif.

“Jika memang sudah tidak mau sekolah, kami akan carikan alternatif lain yang lebih positif. Bisa diarahkan ke tempat usaha seperti laundry, pencucian kendaraan, atau pekerjaan lain yang sesuai agar mereka tidak kembali ke jalan,” katanya.

Program tersebut juga menyasar pengemis dan gelandangan dewasa, nantinya, mereka akan dipetakan berdasarkan keterampilan yang dimiliki dan diarahkan mengikuti pelatihan kerja sesuai kebutuhan pasar. Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan penanganan berbasis pemberdayaan sehingga para gepeng tidak lagi bergantung pada aktivitas di jalan dan memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Afriyenita menambahkan, penanganan yang dilakukan TRC tidak hanya berfokus pada individu yang berada di jalanan, tetapi juga menyentuh kondisi sosial dan ekonomi keluarga mereka. Melalui bidang fakir miskin, pemerintah akan melakukan pengecekan kategori desil agar bantuan sosial yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Bidang fakir miskin akan mengecek mereka masuk kategori desil berapa, sehingga bantuan pemerintah yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Jadi penanganannya bukan hanya di jalan, tapi juga menyentuh kondisi sosial dan ekonomi keluarganya,” tuturnya.

Pemkot Bengkulu berharap kehadiran TRC mampu membuat penanganan anak jalanan dan gepeng menjadi lebih sistematis dan berkelanjutan. Masyarakat juga diimbau ikut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan anak jalanan atau gepeng agar tim dapat segera melakukan penjangkauan dan pendampingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....