Festival Budaya "Napak Sire 2026" Siap Pecahkan Rekor MURI

  • 17 Mei 2026 11:54 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - Festival Budaya "Napak Sire 2026" di Kabupaten Belitung siap mencatatkan sejarah dengan menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi nyire atau nyirih massal yang melibatkan 1.000 orang. Atraksi budaya tersebut akan menjadi agenda utama dalam festival yang digelar pada 22 hingga 24 Mei 2026 di Pantai Tanjung Pendam, Tanjungpandan.

Festival yang mengusung konsep "Menjalin Silaturahmi dengan 1000 Lembar Daun Sirih" ini masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, sekaligus menjadi salah satu event nasional yang mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Sastra, mengatakan Festival Budaya Napak Sire menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Melayu Belitung ke tingkat nasional melalui berbagai atraksi budaya.

"Festival Budaya Napak Sire menjadi representasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di KEN 2026. Ini menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Melayu Belitung melalui seni, tradisi, kuliner, dan atraksi budaya," kata Sastra saat rapat koordinasi pemantapan persiapan festival di Ruang Rapat Bupati Belitung, Selasa (12/5/2026).

Pimpinan Produksi Festival Napak Sire, Reni Destiani, menjelaskan tradisi nyire dipilih sebagai daya tarik utama karena merupakan bagian dari budaya Melayu yang masih kuat melekat dalam kehidupan masyarakat Belitung.

"Nyire massal ini akan menjadi hooks utama festival tahun ini. Selain sebagai simbol silaturahmi dan budaya Melayu, kami juga berupaya menjadikannya atraksi budaya yang memiliki daya tarik nasional," ujar Reni.

Selain aksi nyire massal, Festival Budaya Napak Sire 2026 juga akan menghadirkan Tari Massal Sekapur Sirih yang melibatkan 100 penari muda se-Bangka Belitung, kompetisi tari musik, fashion show, workshop budaya, permainan tradisional, bazar UMKM, hingga pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah.

Bupati Belitung Djoni Alamsyah menekankan festival ini harus menjadi event budaya unggulan yang mampu memperkuat branding Belitung di tingkat nasional, serta menjadi daya tarik wisata berkelanjutan.

"Yang kita cari bukan hanya ramai saat acara berlangsung, tetapi bagaimana event ini bisa menjadi alasan orang datang ke Belitung dan terus menjadi pembicaraan banyak orang," kata Djoni.

Ia menilai festival tersebut memiliki potensi besar apabila didukung promosi yang kuat dan konsisten, terutama melalui media sosial.

"Event ini sudah level nasional. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan membangun kepercayaan publik terhadap event ini. Promosi harus digaungkan lebih luas, termasuk melalui media sosial," ujarnya.

Djoni juga mendorong keterlibatan pelaku UMKM lokal secara maksimal dengan menghadirkan produk khas Belitung sebagai bagian dari pengalaman wisata budaya bagi para pengunjung.

Festival Budaya Napak Sire 2026 diharapkan mampu menjadi magnet wisata budaya sekaligus memperkenalkan tradisi Melayu Belitung secara lebih luas melalui event berskala nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....