Tiga Dekade Nawasi Berjualan Domba Kurban Pandeglang

  • 17 Mei 2026 11:07 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Dinamika fluktuasi harga dan pergeseran daya beli masyarakat mewarnai perjalanan panjang para pedagang ternak musiman yang menggantungkan hidup dari momentum hari raya Iduladha. Jalur protokol Serang – Pandeglang di Kecamatan Cadasari menjadi saksi bisu konsistensi para pelaku usaha hewan kurban dalam merespons perubahan ekonomi makro maupun mikro di wilayah Banten.

Pedagang domba kurban di pinggir Jalan Raya Serang - Pandeglang, Nawasi, menyebut dirinya telah menggeluti usaha perdagangan hewan kurban di lokasi tersebut sejak tahun 1994. Selama lebih dari tiga dekade, ia telah melewati berbagai fase perubahan harga ternak, mulai dari era harga Rp75 ribu per ekor hingga kini menembus jutaan rupiah.

Pengalaman panjang tersebut membuatnya memahami karakteristik pasar lokal serta seluk-beluk pasokan dari wilayah Jawa Barat. "Saya sudah lama dagang di sini, dari tahun 1994 dari harga masih murah Rp75 ribu, naik Rp600 ribu, sampai sekarang jutaan harga kami," kata Nawasi menceritakan pengalamannya, Sabtu 16 Mei 2026.

Nawasi mengatakan kenaikan harga hewan kurban secara historis terus merangkak naik dari puluhan ribu, bergeser ke angka Rp600 ribu, hingga kini menyentuh kisaran jutaan rupiah untuk satu ekor domba. Adapun pada musim kurban tahun ini, harga jual tertinggi di lapaknya berada di angka Rp4,5 juta, sementara batas harga terendah dipatok Rp3 juta.

Pasokan domba berkualitas pun konsisten Ia datangkan dari Cianjur guna menjaga kepercayaan para pelanggan yang telah dibangun selama puluhan tahun. Kejelasan asal-usul ternak menjadi modal utama Nawasi dalam mempertahankan eksistensi usahanya di tengah bermunculannya kompetitor baru di sepanjang jalan raya.

Namun, jaminan kualitas tersebut disebutnya belum mampu mendongkrak penjualan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu. Kondisi pasar menjelang 27 Mei 2026 ini diakuinya memiliki perbedaan mencolok karena hilangnya tradisi pemesanan awal dari para konsumen.

Ia mengatakan biasanya, jauh sebelum lapak fisik didirikan, masyarakat sudah proaktif menanyakan jadwal mulai berdagang untuk memesan dua hingga tiga ekor domba sekaligus. Saat ini, pola belanja tersebut berubah drastic, masyarakat kini cenderung menunda pembelian hingga mendekati hari pelaksanaan ibadah.

"Biasanya orang-orang sudah pada pesan dari jauh hari, ada yang pesan dua, ada yang tiga ekor. Tapi untuk tahun ini berkurang, malah sekarang enggak ada," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....