Tetap Bekerja Disaat Libur, Widodo : Disdukcapil Itu Jiwanya Melayani

  • 14 Mei 2026 15:01 WIB
  •  Pekanbaru
RRI CO.ID, Meranti - Suara printer sejenak membuyarkan keheningan pagi, dialog santai terdengar lirih di sudut ruangan. Ruangan kecil tapi punya peran yang besar, memastikan warga mendapatkan Dokumen Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Di kantor sederhana milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kepulauan Meranti, Kamis pagi terlihat buka seperti biasanya. Tanggal merah di kalender ternyata tak mampu menggoda petugas di sana, untuk sekadar bersantai di rumah. Sebuah Privilege yang biasa dimaksimalkan para pekerja, terlebih bagi sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN).

Poster digital, telah wara-wiri di sejumlah flatform media sosial, "Hari Libur Tetap Buka Pelayanan" begitu tertulis di postingan.

"Yang jelas Disdukcapil itu tupoksinya pelayanan publik, khususnya administrasi kependudukan. Kebutuhan masyarakat itu tidak bisa diprediksi, makanya kita harus siap melayani. Identitas itu hak warga negara, sehingga kami tidak boleh putus melayani," terang Kepala Disdukcapil Kepulauan Meranti, Agustia Widodo, Kamis 14 Mei 2026.

Tidak seperti hari biasa, saat libur hanya petugas tertentu saja yang masuk dan akan bergiliran bersama petugas lainnya. Pola tersebut sudah berlangsung lama, dan menjadi kebiasaan yang kini terus dilakukan, dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat Kepulauan Meranti.

Untuk jam kerja di hari libur pun tidak seperti biasa. Jam kerja berlaku pada pagi hari, mulai pukul 08-00 hingga pukul 11.00, atau pukul 09.00 hingga pukul 12.00, informasi itu akan selalu di update pihak Disdukcapil di sejumlah ftalform media sosial, milik instansi tersebut.

"Meski tidak semua hadir, namun sejumlah petugas tetap siaga di kantor saat libur, guna memberikan pelayanan administrasi kependudukan bagi warga, baik saat libur maupun cuti bersama," terang Widodo.

Selain di kantor Disdukcapil, seluruh Unit Pelayanan Teknis (UPT) di seluruh kecamatan yang ad, juga buka seperti biasa, memberikan pelayanan. Semuanya telah berjalan sesuai arahan. Pengaturan petugas yang harus masuk dan rotasi antar petugas jaga sudah terkoordinir dengan baik.

"Disdukcapil itu, jiwanya melayani," tegasnya.

Mengharuskan bekerja disaat libur bukanlah perkara mudah. Tantangan tentu ada, namun secara perlahan sesuatu yang awalnya terasa berat, kini sudah menjadi kebiasaan. Hal tersebut tidak terlepas dari besarnya jiwa melayani yang kini tumbuh dan menjadi jati diri petugas Disdukcapil Meranti.

"Yang jelas, saya di Disdukcapil selalu menekankan tiga hal, yakni pegawai Disdukcapil harus punya jiwa pelayan, mengerti teknologi dan tidak boleh ada pungli," terang Widodo.

Disisi lain, kemudahan teknologi saat ini, membuat pelayanan semakin mudah. Termasuk urusan tanda tangan. Dengan adanya Tanda Tangan Elektronik (TTE), proses kepengurusan administrasi kependudukan bisa lebih cepat. Transformasi digital itu memungkinkan layanan kependudukan dilakukan secara daring, dari mana saja, tanpa perlu antrian fisik.

Namun demikian kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan semangat melayani. Semangat itu yang terus disampaikan ke bawahannya, untuk selalu memberikan pelayanan tanpa mengharap imbalan. Semangat tersebut kini terus mengakar di Disdukcapil. Bahkan beberapa petugas yang seharusnya libur, terkadang ikut hadir ke kantor, memberikan pelayanan.

"Jiwa pelayanan itu, ikhlas membantu orang lain, berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Jika tugas itu dilakukan dengan ikhlas, kedepan urusan kita pasti akan di permudah" pungkasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....