Distribusi Minyakita Riau Terus Diawasi

  • 12 Mei 2026 19:10 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah terus mengawasi distribusi Minyakita di Provinsi Riau guna memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng subsidi.

Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional, Indra Wijayanto menjelaskan Minyakita sebenarnya tidak memiliki alokasi khusus untuk setiap daerah karena merupakan minyak goreng program Domestic Market Obligation (DMO) yang diproduksi produsen sebagai syarat untuk melakukan ekspor.

“Minyakita ini minyak DMO yang diproduksi apabila pelaku usaha ingin ekspor. Setiap bulan kebutuhan DMO produsen berkisar 115 ribu hingga 120 ribu ton dan setiap wilayah memiliki kondisi berbeda,” ujarnya, Senin 11 Mei 2026.

Ia mengatakan daerah seperti Medan dan Pekanbaru yang memiliki banyak pabrik minyak goreng seharusnya memperoleh pasokan lebih besar karena sebagian besar produsen di wilayah tersebut berorientasi ekspor. Namun, pemerintah tidak dapat menentukan secara rinci jumlah distribusi untuk setiap daerah.

“Pemerintah tidak bisa menentukan harus berapa alokasi setiap daerah. Tetapi melalui Permendag Nomor 43, seluruh penyaluran DMO diwajibkan sebesar 35 persen disalurkan melalui Bulog,” jelasnya.

Indra juga mengapresiasi langkah Bulog yang aktif mendistribusikan Minyakita langsung ke pasar rakyat di Pekanbaru. Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 15 hingga 20 kios di pasar yang rutin mendapatkan pasokan minyak goreng tersebut.

“Kami melihat distribusi Bulog di Pekanbaru sudah sangat baik karena langsung menyasar kios-kios di dalam pasar dan stoknya juga tersedia,” tambahnya.

Pemerintah berharap pengawasan distribusi dan penyaluran Minyakita terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....