Siswa Rentan di Yogyakarta Terbantu Program Indonesia Pintar
- 12 Mei 2026 16:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Jumlah anak putus sekolah di Indonesia, saat ini sebanyak 3,9 juta. Dengan rincian Belum Pernah Bersekolah (BPB) 1,9 juta, Drop Out (DO) 986 ribu dan yang lulus tidak melanjutkan (LTM) sekitar satu juta anak.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat memastikan, Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi solusi bagi anak putus sekolah karena alasan ekonomi. Sehingga, bisa sekaligus untuk memutus rantai kemiskinan.
”Program PIP membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar bisa mengakses dan melanjutkan pendidikan,” katanya melalui siaran pers tertulis, Selasa, 12 Mei 2026.
Saat ini, evaluasi terus dilakukan agar realisasi PIP di lapangan, semakin tepat sasaran, transparan, dan efektif. Perbaikan sistem penyaluran menjadi bagian penting, agar setiap anak Indonesia memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu.
”Berbagai upaya perbaikan sistem wajib dilakukan, agar PIP betul-betul efektif dalam implementasinya,” katanya. ”Visi utama kementerian kami adalah pendidikan bermutu untuk semua, melalui akses luas bagi anak dari keluarga miskin.”
Kepala SD Negeri Lempuyangan 1 Kota Yogyakarta, Giyoto mengakui pelaksanaan PIP, sangat membantu anak-anak dari keluarga rentan miskin. Sehingga, mereka tetap bisa mengakses pendidikan bermutu di sekolahnya.
”Pada tahun 2025, sebanyak 222 siswa SDN Lempuyangan 1 menerima manfaat PIP,” katanya. ”Kemudian hingga Mei 2026, terdapat 20 siswa penerima dari kelas 1 hingga 6.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....